Abyadi juga melihat ada potensi pelanggaran hukum dalam kasus meninggalnya Asiah. Pihaknya juga berkordinadi dengan kepolisian untuk menangani kasus ini.
"Ada banyak faktor (dugaan kelalain) mulai dari tadi soal maintenance makannya kita ragu Kualanamu ini menjadi perusahaan berkelas internasional, pengelolaan ini kok jadi produk kayak abal-abalan," katanya.
"Makannya saya bilang ini perusahaan besar pengelolaan bekerjasama dengan India yang pernah mengurus bandara di Prancis, ini produknya kok begini, mengorbankan banyak orang,” pungkasnya.
Sementara itu, Head of Corporate Communication PT Angkasa Pura Aviasi, Dedi Al Subur mengatakan, pihaknya juga tengah melakukan investigasi. Termasuk mendalami sejumlah temuan Ombudsman.
“Terkiat kejadian ini, kami sedang lakukan upaya-upaya perbaikan dan pembenahan, baik terkait dengan SOP, penangananan laporan, termasuk SOP yang brkaitan dengan pemeliharaan dan maintenance fasilias untuk mendukung keamanan, keselamatan, dan kenyamanan pelayanan bagi para penumpang di bandara kualanamu,” kata Dedi.