Medan, IDN Times - Sumatera Utara masih membutuhkan 15 ribu unit rumah bersubsidi untuk mengurangi Backlog. Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi mengatakan untuk merealisasikan itu, dibutuhkan banyak dana Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) untuk Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bersubsidi.
Kebutuhan 15 ribu unit rumah bersubsidi, terhitung hingga November 2019. Hal itu disampaikan Gubernur Edy Rahmayadi pada pembukaan Rapat Koordinasi Pemenuhan Kebutuhan Rumah Bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah oleh Bank Pembangunan Daerah (BPD) se-Sumut melalui dukungan Electronic Mortgage Management System (e-MMS), Jumat (2/8).
“Paling tidak menjelang November 2019 diperlukan 15.000 unit untuk mengurangi backlog,” ujar Gubernur.
Backlog adalah kesenjangan antara jumlah rumah terbangun dengan jumlah rumah yang dibutuhkan rakyat.
