Riza F Tahir (tengah) Ketua Tim Penjaringan Cakada dan Cawakada DPD Golkar Sumut (Dok. IDN Times)
Namun tak dipungkirinya, kehadiran Bobby Nasution yang merupakan menantu dari Presiden Jokowi tak bisa dilepaskan dari kepentingan istana. Menurutnya wajar saja jika ingin melihat reaksi publik
"DPP Golkar memunculkan dua nama ini sepertinya untuk melihat reaksi publik terhadap sosok Ijeck sebagai Ketua DPD Golkar Sumut dan Bobby Nasution yang hari ini tidak bisa kita pisahkan dari lingkaran atau keluarga istana. Artinya, ke depan dua nama besar ini saling berkompetisi untuk dicalonkan melalui DPP Partai Golkar," katanya.
Disebutkannya, semua akan diputuskan DPP Partai Golkar. Usulan suara dari kepengurusan Partai Golkar tingkat kabupaten/kota banyak juga minta Bobby untuk melanjutkan di Medan. "Itu harus ditampung aspirasi oleh DPP Partai Golkar, jangan menutup mata karena melihat suatu hal kepentingan elit, serta merta untuk mencalonkan Bobby," tukas Fernanda.
Dia menambahkan, dengan perkembangan politik yang ada Partai Golkar harus melakukan langkah seperti lazimnya partai politik lain, yang saat ini melakukan proses penjaringan. Silakan saja siapa yang ingin mendaftar melalui partai politik termasuk Golkar, mengajukan diri, mengisi formulir. Tapi keputusan semua ada di DPP Partai Golkar.
"Nama-nama yang muncul kemudian akan ada dinamika politik di internal, silakan saja menyebutkan beberapa nama atau siapa saja yang mendaftar ke Partai Golkar. Tapi itu semua akan diputuskan DPP Partai Golkar, tentu harus dengan pertimbangan yang matang," ungkapnya.