Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
FKD Sumut Dorong Penetapan Koridor Orangutan Tapanuli
ilustrasi orangutan Sumatera (unsplash.com/Steffen B.)

Medan, IDN Times – Perlindungan terhadap orangutan tapanuli (pongo tapanuliensis) sebagai spesies baru menjadi isu serius dalam upaya konservasi. Forum Kehutanan Daerah (FKD) Sumatera Utara mendorong pemerintah Sumatra Utara menetapkan wilayah koridor orangutan tapanuli lewat aturan resmi.

Aturan resmi ini dinilai bisa memperkuat upaya perlindungan orangutan tapanuli. "Pemerintah Provinsi Sumut perlu menetapkan koridor itu sebagai wilayah strategis, tempat di mana orangutan tapanuli hidup berdampingan dengan masyarakat," ujar Ketua Forum Kehutanan Daerah (FKD) Sumut Panut Hadisiswoyo di Medan, dilansir ANTARA, Rabu (8/2/2024).

1. Keharmonisan antara manusia dengan satwa perlu digalakkan

ilustrasi anak orangutan Sumatera (pixabay.com/Clarence Alford)

Kata Panut, membuat regulasi perlindungan ini adalah upaya untuk menjaga keharmonisan satwa langka tersebut dengan warga setempat.

Dalam upaya perlindungan, koridor ini merupakan wilayah penghubung habitat orangutan yang terpisah karena pembangunan. Panut menyebut, di daerah itulah kerap terjadi interaksi antara orangutan dan warga.

2. Habitat orangutan tapanuli terpisah-pisah sehingga koridor dibutuhkan

ilustrasi orangutan Sumatera (pixabay.com/Martijn)

Kata Panut, habitat orangutan tapanuli terbagi ke dalam beberapa blok di kawasan Tapanuli Selatan. Salah satunya berada di wilayah Kecamatan Sipirok.

Panut menyebut, pengakuan koridor tersebut oleh pemerintah provinsi bukan berarti mengganggu kepentingan masyarakat yang hidup atau beraktivitas di sana.

"Masyarakat tetap diberikan ruang untuk mengelola lahan tersebut, bukan dipindahkan atau direlokasi," tutur pria yang juga pendiri Yayasan Orangutan Sumatera Lestari-Orangutan Information Center (YOSL-OIC) itu.

3. Orangutan Tapanuli terancam penuh

ilustrasi orangutan, satwa asli Indonesia (pixabay.com/Helga Gubatz)

Pengakuan legal dari pemerintah provinsi, kawasan Batangtoru, Tapanuli Selatan, yang menjadi habitat utama orangutan tapanuli berpotensi diakui di tingkat nasional sebagai Kawasan Strategis Nasional (KSN). Dengan begitu, habitat orang utan tapanuli diharapkan bisa dipertahankan.

"Ini penting karena habitat berpengaruh besar kepada keberlangsungan hidup orang utan tapanuli, kera besar yang terancam punah," pungkasnya.

Editorial Team

Related Article