Minyak goreng (IDN Times/Vadhia Lidyana)
Terkait hal itu, pihaknya masih mendalami mekanisme pendistribusian yang dijalankan pihak produsen perusahaan, apakah ada menyalahi ketentuan yang prosedur.
"Dari kegiatan itu, saat ini tim satgas pangan sedang mendalami terkait dengan beberapa perusahaan yang pada saat monitoring tersebut ada kapasitas jumlah besar yang tersimpan di gudangnya. Jadi, kita sedang mendalami apakah mekanisme pendistribusiannya sudah dijalankan sesuai dengan ketentuan," kata Hadi.
Namun dikatakan Hadi, informasi yang diperoleh dari perusahaan bahwa pihak produsen mulai mendistribusikan minyak goreng yang sebelumnya disimpan dalam gudang tersebut mulai 21-23 Februari.
"Informasi yang saya terima per hari ini tanggal 21, minyak goreng yg ada di beberapa gudang kemarin itu akan didistribusikan mulai tanggal 21 sampai 23 kalau tidak salah," tegasnya.
"Kita masih mendalami dan sekaligus meminta kepada pihak perusahaan yang kemarin ada itu untuk segera didistribusikan," sambung Hadi.
Sebelumnya, tim gabungan Satgas Pangan Sumut melakukan monitoring ke sejumlah gudang produsen minyak goreng kemasan di Kabupaten Deli Serdang pada Jumat (18/2/2022) lalu. Dari hasil monitoring tim mendapatkan gudang yang menyimpan minyak goreng mencapai 1,1 juta kilogram yang disimpan di 3 gudang. Pengecekan di gudang PT Indomarco Prismatama ditemukan minyak goreng kemasan satu liter dengan jumlah 1.184 kotak masih tersimpan. kemudian di gudang milik PT Sumber Alfaria Triyaja ditemukan minyak goreng kemasan 1 liter berjumlah 1.121 kotak, serta di PT Salim Ivomas Pratama ditemukan minyak goreng kemasan 25.361 kotak.