Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Dorong Prabowo Maju Pilpres 2024, Tidar Siap Raup Suara Millennial
Rakernas Tidar di Medan, Jumat (15/7/2022) (IDN Times/Doni Hermawan)

Medan, IDN Times- Kader dan simpatisan Partai Gerindra menginginkan Prabowo Subianto maju sebagai Calon Presiden (Capres) 2024. Termasuk organisasi sayap partai, Tunas Indonesia Raya (Tidar).

Keinginan itu akan dituangkan dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Tidar di Grand City Hall Medan, 15-17 Juli 2022. 

Ketua Umum Tidar, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo mengatakan, ada beberapa agenda yang dibahas Rakernas pertama yang digelar di luar Pulau Jawa ini. Salah satunya menyatakan dukungan agar Prabowo yang saat ini menjabat Menteri Pertahanan untuk kembali maju Pilpres.

“Agenda politik kita adalah meminta dan mendeklarasikan dukungan kepada pak Prabowo Subianto untuk maju di Pilpres 2024,” kata Rahayu saat konfrensi pers, Jumat (15/7/2022). 

1. Optimis raih 40-50 persen suara millennial

Ketua Umum Tidar, Rahayu Sarasvati Djojohadikusumo (Dok.Istimewa)

Selain itu program kerja yang akan mereka bahas berkaitan dengan pemberdayaan kalangan muda. Apalagi kalangan muda saat ini menjadi pihak yang mendominasi jumlah pemilih.

“Kita mengambil tema ‘Tidar Memenangkan Indonesia’, karena tahun ini kita fokus agar kaum pemuda bangkit. Fokus Tidar adalah menjadi kontributor terbesar suara Pileg dan Pilpres 2024 untuk Partai Gerindra,” ungkap Rahayu yang juga menjabat Wakil Ketum Gerindra.

Ia juga mengatakan pihaknya akan berupaya meraup sebanyak-banyaknya suara. Termasuk dari kalangan millennial dan gen Z.

"Kita partai terbesar kedua secara suara pada Pemilu 2019. Kami optimis untuk fokus pada suaranya pemuda pemudi. Dari kita lihat dari kekuatan yang ada, saya optimis bisa mengambil 40-50 persen suara tersebut. Lebih dari itu Alhamdulillah, melihat dari jumlah partai yang ada. Apalagi kita juga berasal dari anak muda yang ada," tambahnya.

2. Kader Tidar siap terjun ke politik di depan dan balik layar

Rakernas Tidar di Medan, Jumat (15/7/2022) (Dok. Istimewa)

Rahayu mengatakan sejumlah kader Tidar juga mampu menduduki tempat di DPR, DPRD hingga bupati. 

"Tidar sudah mencetak pengambil kebijakan sejak dulu.  Banyak ketua PC dan PD anggota legislatif. Ada bupati juga. Bagian dari kontribusi nyata Tidar untuk partai. Kami bukan hanya sebagai penonton. Tidak benar kalau pemuda apatis terhadap politik. Kader kami banyak yang siap terjun ke politik di dalam dan di balik layar. Kami selalu berkomunikasi dengan para pemimpin kam, memastikan kader Tidar yang siap maju masuk daftar caleg. Kekuatan Gerindra itu juga pemuda pemudinya. Bukan hanya membawa suara tapi juga merebut posisi strategis tersebut," bebernya.

Di sisi lain lewat Rakernas ini, Tidar juga mengangkat potensi UMKM. Terutama dari kalangan muda. 

"Kami selalu mengangkat UMKM-UMKM,  startup anak muda yang ada di Tidar. Karya pemuda pemudi Tidar juga kita pamerkan di sini. Kami juga dalam kemasan selalu mengangkat budaya Indonesia," tambah anggota DPR RI periode 2014-2019 itu.

3. Gerindra andalkan Tidar untuk tampung aspirasi kaum muda

Ketua DPD Gerindra Sumut, Gus Irawan Pasaribu (Dok.Istimewa)

Sementara itu Ketua Umum PD Gerindra Sumut, Gus Irawan Pasaribu mengatakan kaum muda punya peranan besar di setiap gelaran Pemilu. 

"Tidar menjadi pihak yang tepat melakukan pendekatan ke mereka, karena kalian itu sama 'frekuensinya'. Kalau kami meski pun nyambung, tapi kadang ada putus-putusnya itu. Maka kami mengandalkan Tidar untuk meraup suara mereka," ujarnya.

Ia berharap berbagai program dan kebijakan dalam menjangkau kaum muda. "Selamat melaksanakan Rakernas, semoga mampu melahirkan rumusan dan program untuk meraup suara mereka," tambahnya.

Rakernas Tidar ini juga dihadiri Gubernur Sumatra Utara, Edy Rahmayadi serta jajaran pengurus DPP Tidar dan pengurus daerah Tidar se-Indonesia.  Di luar soal politik, Edy memuji langkah Tidar  membangun ekonomi masyarakat lewat pendampingan pelaku UMKM. Menurutnya ini penting untuk mengatasi tingginya jumlah pengangguran.

“Saya bicara data di Sumut saja misalnya, ada total 220 perguruan tinggi di Sumut. Jika setiap perguruan tinggi menghasilkan 100 sarjana setiap tahun maka ada 22 ribu sarjana setiap tahun. Kalau menjadi pengangguran itu jadi beban siapa? di sinilah kita mengharapkan politik dengan gagasan yang dapat memberi solusi atas itu,” beber Edy.

Editorial Team

Related Article