Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Cerita Pilu Pemilik Warung Tempat Berlindung Korban Longsor Sibolangit

Cerita Pilu Pemilik Warung Tempat Berlindung Korban Longsor Sibolangit
Warung milik Lestari jadi tempat berlindung korban longsor (dok.Istimewa)
Share Article

Deli Serdang, IDN Times - Masih lekat di ingatan Lestari Situmorang (48), warga di Desa Sembahe Kecamatan Sibolangit, tentang insiden longsor hebat yang menimpa kampung halamannya. Teriakan kepanikan dari masyarakat maupun pengguna jalan masih terekam jelas di pikirannya saat ini dan kerap menyisakan efek traumatis bagi dirinya pribadi.

"Longsor! longsor!" teriakan para tetangga sontak membuatnya terhenyak. 

Tergopoh-gopoh kakinya melangkah menyelamatkan diri. Begitu pula dengan gemuruh material longsor menghantam pepohonan, jalanan, hingga sejumlah kendaraan. 

1. Saat mendengar kabar longsor, Lestari hendak menutup warungnya

Lestari saat membersihkan warungnya yang terkena dampak longsor (dok.Istimewa)
Lestari saat membersihkan warungnya yang terkena dampak longsor (dok.Istimewa)

Menetes deras air mata Lestari saat mengetahui bahwa tidak jauh dari kediamannya longsor sudah menyapu habis jalanan. Bahkan kabar nyawa pengguna jalan sudah terenggut akibat longsor telah sampai di telinganya.

"Sudah dengar ada kabar longsor, tapi posisi belum di tempat kita," ujarnya sembari mengais-ngais ingatan tentang insiden beberapa hari yang lalu.

Lestari saat itu telah memantapkan diri untuk menutup warungnya. Sebab hujan deras tak jua berhenti turun. Namun, datang 4 orang yang ingin berteduh di warungnya. Merasa kasihan dengan mereka, Lestari akhirnya tidak menutup warungnya yang berada di pinggir jalan itu.

"Mungkin dari bawah, mereka naik sepeda motor 4 orang minta berteduh. Rencana mau tutup, cuma karena ada 4 orang tadi, yaudah duduklah kami bilang," bebernya.

2. Korban longsor berhamburan datang ke warung Lestari, bahkan ada yang dalam kondisi berdarah-darah

Lestari warga Desa Sembahe seorang pemilik warung (dok.Istimewa)
Lestari warga Desa Sembahe seorang pemilik warung (dok.Istimewa)

Tidak lama dari kedatangan 4 orang itu ke warung milik Lestari, ia melihat arus lalu lintas berhenti total. Menyusul kedatangan sejumlah orang yang turun dari bus berlarian ke warungnya. Bahkan beberapa di antara mereka sudah berlumuran darah.

"Berhamburan semua orang datang ke warung saya. Rupanya longsor sudah terjadi di sana, di bawah. Mereka melihat kayu sudah tumbang, menjerit mereka di dalam mobil yang penuh," cerita Lestari.

Mata lestari berkaca-kaca menahan air mata yang berdesakkan ingin keluar saat menceritakan betapa paniknya ia dan orang-orang yang mengungsi di warungnya. Apalagi mendengar kabar bahwa longsor menuju ke arah mereka.

"Ada yang berteriak 'awas kayu tumbang!' rupanya tidak kena ke mari (warung) puji Tuhan. Perasaan pasti cemas. Sebagai anak Tuhan kita berdoa. Musim hujan kita was-was, banyak berdoa. Kami juga berkali-kali menjerit. Karena kepenuhan (warung), kami ungsikan masyarakat yang di sini. Saya bilang sama suami, kami berdoa di sini. Saya percaya dan imani Tuhan pasti menolong kami," ungkapnya.

3. Warung milik Lestari jadi pelindung orang-orang agar tidak terkena longsor

Warung milik Lestari jadi tempat berlindung korban longsor (dok.Istimewa)
Warung milik Lestari jadi tempat berlindung korban longsor (dok.Istimewa)

Debar di jantung mereka kala itu dengan rinci diceritakan Lestari. Terlebih sejumlah orang mereka ketahui telah meninggal dunia akibat tertimbun longsor.

"Karena sudah macet total, bus pariwisata itu kemarin, ada yang mengadu kepalanya pecah. Bus itu melintas langsung disorong longsor. Keluar sebagian. Kemudian ada bus pariwisata yang penumpangnya sekarat, dan sopirnya meninggal dunia," tutur perempuan berusia 48 tahun itu.

Warung Lestari menjadi penyelamat orang-orang yang berteduh di bawah atapnya. Sebab di tempatnya, hanya material longsor minor yang menimpa.

"Setelah selesai kami berdoa, mereka sudah pergi dan kami mengevakuasi diri ke belakang sana. Tidur di Desa Sibolangit, rumah keluarga sampai sekarang. Saya datang ke sini mau membersihkan warung saya. Nanti balik lagi ke rumah saudara," pungkasnya.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Eko Agus Herianto
Doni Hermawan
Eko Agus Herianto
EditorEko Agus Herianto

Latest News Sumatera Utara

See More

Begal Bermobil Gegerkan Warga Langkat, 3 Tersangka Diciduk

08 Jun 2026, 21:10 WIBNews