Ilustrasi banjir. (IDN Times/Muhammad Nasir)
Selain bencana banjir, Madina juga mendapat bencana longsor. Material longsor menutup jalan lintas Panyabungan-Natal di kawasan Kelurahan Tanobato.
“Akibat kejadian tersebut, jalan lintas Panyabungan – Natal tidak bisa dilalui kendaraan,” katanya.
Bukan kali ini saja Madina diterjang bandang. Pada November 2022 lalu, banjir bandang merendam ruas jalan Panyabungan – Natal via Sopotinjak. Material yang dibawa banjir memutus arus lalulintas hingga 10 jam lamanya.
Pada 2021, banjir merendam sejumlah daerah di 16 dari 23 kecamatan yang ada di Madina pada Desember 2021. Ribuan keluarga mengungsi kala itu.
Kemudian pada Oktober 2019 banjir bandang juga menerjang 3 kecamatan yakni; Linggabayu, Batahan dan Sinunukan.
Bencana yang terparah dalam beberapa tahun terakhir terjadi di Desa Muarasaladi, Kecamatan Ulupungkut, Kabupaten Mandailing Natal, pada 12 Oktober 2018. Banjir bandang mengakibatkan 13 murid SD Negeri 235 Desa Muara Saladi meninggal dunia dan 17 orang lainnya berhasil diselamatkan. Korban selamat ditemukan di bawah runtuhan bangunan dan sebagian lagi terseret banjir.
Banjir bandang itu juga mengakibatkan 12 rumah warga hanyut dan rusak total, sembilan rumah rusak berat, serta tiga fasilitas umum di Desa Muara Saladi, berupa poliklinik desa, gedung SD Negeri 235, dan gedung PKK rusak total.