Tangkapan layar rekaman CCTv tindakan pengeroyokan oknum TNI terhadap dua anggota Polisi di Batam (IDN Times/Istimewa)
Kolonel Rooy Chandra menjelaskan, AP terlibat dalam pengeroyokan yang terjadi di Pos Terpadu Simpang Dam Mukakuning pada, Kamis (15/8) malam.
Dari hasil pemeriksaan, AP mengaku tindakannya dilakukan secara spontan setelah menerima laporan dari salah satu rekannya yang menyebut ada gangguan di sekitar pos terpadu.
"Oknum anggota kami yang terlibat bertugas di Koramil Lubuk Baja, berinisial AP ini terlibat di dalam pengeaniayaan setelah mendapatkan laporan dari tiga orang diduga merupakan masyarakat sipil," ungkapnya.
AP mengaku, tindakannya didasari niat untuk membantu setelah mendapat laporan dari salah satu rekan sipilnya. Namun, Kolonel Rooy Chandra menegaskan bahwa meskipun niat AP baik, tindakan anarkis yang dilakukannya tetap tidak dapat dibenarkan.
"Setelah dapati laporan, mereka langsung menuju lokasi dengan berpakaian dinas lengkap. Niatnya untuk membantu, tetapi tindakan yang dilakukannya tidak benar dan malah salah sasaran," tambahnya.
Lebih lanjut, AP menyatakan bahwa dirinya tidak mengenal korban yang dianiaya dan menyebut korban yang diserangnya bukanlah orang yang dimaksud dalam laporan rekannya.