3 Remaja yang Sering Tawuran di Bulan Ramadan Berakhir Dibui

Medan, IDN Times - Tawuran saat sahur di Kota Medan yang membuat seorang remaja terkena senjata tajam, berakhir dengan ditangkapnya 3 tersangka. Mereka terlibat aktif dalam tawuran yang terjadi pada saat masyarakat melakukan sahur.
Seorang remaja terpaksa harus menjalani operasi karena senjata tajam milik temannya sendiri menancap di punggungnya. Setelah diselidiki lebih lanjut oleh polisi, ternyata tawuran di Jalan Halat, Medan Area, merupakan kali kedua terjadi selama bulan suci Ramadan.
1. Tawuran membuat 2 remaja terluka, salah satunya terkena sajam di punggung dan dioperasi

Otak pelaku tawuran bersama 2 rekannya yang masih remaja ditangkap Polsek Medan Area. Setelah diidentifikasi, ternyata mereka tergabung dalam geng tawuran Makmur Brother Hood.
"Pengungkapan kasus tindak pidana yang mulanya dari aksi tawuran di Jalan Halat. Tawuran antara kelompok Makmur Brother Hood dan kelompok Lamada," kata Kapolsek Medan Area, AKP Dwi Himawan Chandra, Selasa (25/3/2025).
Tawuran ini membuat seorang remaja dari kelompok Lamada mengalami luka yang parah. Di mana punggungnya tertancap senjata tajam yang digunakan untuk aksi tawuran.
"Akibatnya ada 2 korban. 1 luka ringan dan 1 tertancap dan terkena luka bacok di punggung korban. Kondisinya selamat dan sudah dilakukan operasi," lanjutnya.
2. Otak pelaku tawuran adalah anak di bawah umur, berperan menyiapkan persenjataan

Sebanyak 3 remaja ditangkap oleh Polsek Medan Area. 3 remaja tersebut berinisial MRZ, MA, dan AFS.
1 di antara mereka merupakan anak di bawah umur. Dan ternyata dia sendirilah yang berperan sebagai otak pelaku sekaligus panglima perang.
"Kami dari kepolisian kebetulan dibantu keamanan lingkungan dan masyarakat berhasil mengamankan 3 remaja terlibat aksi tawuran. Inisial MRZ merupakan anak berkonflik dengan hukum dan merupakan otak pelaku," sebut Himawan.
Awalnya, kelompok remaja ini (Makmur Brother Hood) memberikan informasi di dalam grup, bahwa akan dilaksanakannya tawuran dengan kelompok Lamada. Mereka membuat janji pertempuran di Jalan Halat.
"Saat tawuran, salah satu kelompok Lamada saat melintasi TKP mengendarai sepeda motor. Pihak Makmur Brother Hood melakukan pelemparan batu. Akhirnya kedua korban jatuh. Dan salah satu dari mereka pakai alat senjata tajam dan melukai korban," beber Himawan.
3. Polisi buru pelaku tawuran lain yang melakukan pembacokan kepada korban

Kapolsek Medan Area mengatakan bahwa pihaknya masih mencari remaja lain yang buronan. Salah satunya ialah yang memiliki peran menebas korbannya menggunakan senjata tajam.
"Ada pihak yang masih jadi DPO (buron) kami mengimbau silakan menyerahkan diri atau kami tangkap dalam kondisi apapun. Yang DPO salah satunya membacok korban," aku Himawan.
Ia menambahkan bahwa ternyata 3 remaja yang ditangkap Polsek Medan Area merupakan orang yang sama pada tawuran hari pertama Ramadan. Aksi tawuran ini cukup tersistematis. Di mana senjata dan rencana-rencana yang lain telah dipersiapkan sedemikian rupa.
"Senjata memang sudah disiapkan. Mereka biasanya janjian jam 04.00. Jam 04.30 mereka mulai menyiapkan persenjataan. Senjata langsung dikoordinir oleh anak yang berkonflik, berinisial MRZ. Dia merupakan korlapnya," pungkasnya.


















