BATAM, IDN Times - Pemerintah pusat bersama otoritas daerah dan pelaku industri mulai mengonsolidasikan langkah menjadikan Batam sebagai simpul utama industri perawatan dan perbaikan pesawat (Maintenance, Repair and Overhaul/MRO) sekaligus pusat logistik penerbangan nasional. Penguatan ini dipandang sebagai bagian dari strategi besar membangun daya saing sektor penerbangan Indonesia di kawasan Asia Pasifik.
Upaya tersebut mengemuka dalam Indonesia MRO Summit (IMROS) 2026 di Batam, yang mempertemukan pemangku kepentingan industri penerbangan, pemerintah, dan investor. Pemerintah menilai pengembangan MRO tidak lagi sekadar pelengkap sektor penerbangan, melainkan elemen kunci efisiensi rantai pasok industri.
Sekretaris Deputi Koordinasi Konektivitas Kementerian Koordinator Infrastruktur Republik Indonesia, Rustam Efendi menegaskan, daya saing penerbangan nasional tidak cukup bertumpu pada pembangunan bandara dan pertumbuhan armada. Menurut dia, keberadaan ekosistem MRO menjadi faktor penentu keberlanjutan industri.
Rustam juga menekankan perlunya integrasi antara bandara, pelabuhan, kawasan industri, dan sistem distribusi logistik agar arus komponen pesawat dapat berlangsung lebih cepat dan efisien. Dalam konteks negara kepulauan, Indonesia disebut membutuhkan strategi berbasis banyak simpul konektivitas, bukan pendekatan tunggal seperti negara kecil.