Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kecewa, Kader Turunkan Baliho Anies di Kantor Partai Demokrat Aceh
Tangkap layar penurunan baliho bergambar Anies Baswedan bersanding dengan AHY di Halaman Kantot DPD Partai Demokrat Aceh, Kota Banda Aceh, Aceh. (IDN Times/Muhammad Saifullah/Warga)

Banda Aceh, IDN Times - Video penurunan baliho bergambar Bakal Calon Presiden (Bacapres) Republik Indonesia, Anies Baswedan bersanding dengan Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), beredar di dunia maya, Kamis (31/8/2023).

Dalam rekaman video singkat tersebut, tampak sejumlah orang mengenakan pakaian dinas harian (PDH) warna biru dan lainnya menggunakan baju biasa. Mereka serentak menarik baliho yang bertuliskan 'Perubahan & Perbaikan'.

1. Bentuk kekecewaan para kader terhadap keputusan Anies dan Surya Paloh

Tangkap layar penurunan baliho bergambar Anies Baswedan bersanding dengan AHY di Halaman Kantot DPD Partai Demokrat Aceh, Kota Banda Aceh, Aceh. (IDN Times/Muhammad Saifullah/Warga)

Melihat gambar yang ditampilkan dalam video, lokasi penurunan baliho bergambar Anies Baswedan bersanding dengan AHY diduga terjadi di Halaman Kantor Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Aceh, Kota Banda Aceh, Aceh.

Informasi itu dibenarkan oleh Kepala Badan Komunikasi Strategis (Bakomstra) DPD Partai Demokrat Aceh, Firdaus Noezula. Aksi sebagai bentuk kekecewaan para kader. Apalagi sebelumnya Anies disebut akan mengajak AHY sebagai cawapres.

"Kekecewaan para kader terhadap keputusan sepihak oleh Anies dan Surya Paloh," kata Firdaus, saat dikonfirmasi IDN Times, Jumat (1/9/2023).

2. Keputusan dinilai tak menghargai Piagam Koalisi

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono bersama eks Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (IDN Times/Aryodamar)

Penurunan baliho yang dilakukan pengurus DPD Partai Demokrat terjadi pascakabar Anies Baswedan memilih Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar alias Cak Imin, sebagai pendamping dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2024. Meski belum ada keputusan resmi, DPP Demokrat sudah mengonfirmasi ke Anies soal kebenaran kabar itu.

Menurut Firdaus, keputusan Anies memilih Cak Imin sebagai bakal calon wakil presiden (bacawapres) dinilai mengkhianati dan tidak menghargai keputusan yang telah disepakati bersama sebelumnya.

"Hal ini menurut kami tidak menghargai komitmen yang tertuang dalam Piagam Koalisi," ucap Firdaus.

3. Tidak ada instruksi melakukan penurunan baliho

Tangkap layar penurunan baliho bergambar Anies Baswedan bersanding dengan AHY di Halaman Kantot DPD Partai Demokrat Aceh, Kota Banda Aceh, Aceh. (IDN Times/Muhammad Saifullah/Warga)

Aksi penurunan baliho yang terjadi di halaman Kantor DPD Partai Demokrat Aceh pada Kamis, sekitar pukul 20.00 WIB, dikatakan Firdaus, murni dari para kader.

Dia mengaku tidak ada dikeluarkan instruksi khusus untuk disampaikan ke kabupaten kota di Aceh lainnya mengenai penurunan baliho Anies Baswedan.

"Aksi tadi jam 8 (malam). Itu aksi spontan para kader. Gak ada (instruksi khusus)," tutupnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article