Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Tren Cosplay di Acara Jepang di Medan, Ajang Latih Kepercayaan Diri

Tren Cosplay di Acara Jepang di Medan, Ajang Latih Kepercayaan Diri
Para cosplayer yang mengikuti event Jejepangan (IDN Times/Eko Agus Herianto)

Medan, IDN Times - Belakangan ini, event Jepang atau Jejepangan sangat ramai digandrungi anak-anak milenial, khususnya di Kota Medan. Di samping film-film dan game Jepang yang banyak menghiasi jagat media online dan pertelevisian, gairah menjadi sesosok karakter anime juga merupakan salah satu alasannya.

Hingga tak heran, jika sebulan sekali atau bahkan perminggu sekali, kita menemui ramai anak-anak muda yang berbondong-bondong memakai atribut percis seperti salah satu karakter kartun ala Jepang itu.

Sabtu (07/10/2023), bertepat di Manhattan Urban Market, para penikmat anime berkumpul dan mengadakan kegiatan yang memuat unsur-unsur Jepang. Mulai dari cosplayer sampai pameran.

1. Event cosplay digagas untuk menyalurkan gairah Jejepangan

Pameran foto cosplay (IDN Times/Eko Agus Herianto)
Pameran foto cosplay (IDN Times/Eko Agus Herianto)

Faldi selaku ketua penyelenggara dan yang kerap aktif menjadi cosplayer, mengungkapkan jika acara yang digagas bertujuan untuk menyalurkan gairah Jejepangan dan ajang silaturahmi para penikmat anime.

"Kita ingin ngumpulin komunitas yang memiliki minat terhadap anime dalam satu tempat. Agar dapar saling mengenal dan melakukan hal-hal positif. Kita ingin menunjukkan ke masyarakat luas kalau cosplay merupakan salah satu hobi yang positif. Karena para cosplayer anime diajari banyak hal, dari mulai belajar make up, belajar percaya diri, sampai belajar fotografi," kata Faldi.

Faldi menjelaskan, meskipun event cosplay merupakan event selingan dari acara utama yang telah berjalan seminggu yang lalu, namun antusias cosplayer dan penikmat anime tidak diragukan lagi.

"Di sini ada bazar makanan dan retail. Bermacam ragam makanan ditunjukan dan ada beberapa barang-barang yang dijual. Khusus event cosplay adalah hari ini. Ya, para cosplayer full entertain semua. Istilahnya tidak ada perlombaan, tapi fashion cosplay softcase. Tapi kita tetap bakal kasih nilai apresiasi ke mereka dengan hadiah," ujar Faldi.

 

2. Melalui cosplay anak muda bisa mengembangkan kreativitas dalam merias hingga melatih kepercayaan diri

Cosplayer yang membuka stand dan menjual marchendise (IDN Times/Eko Agus Herianto)
Cosplayer yang membuka stand dan menjual marchendise (IDN Times/Eko Agus Herianto)

Faldi mengatakan jika lewat cosplay, kepercayaan diri dapat dilatih. Seperti event fashion show pada umumnya, para cosplayer juga biasanya diberi kesempatan beberapa menit untuk show di panggung dan berlagak percis seperti karakter yang dibawakannya.

"Yang menarik tentang cosplay adalah, event ini dapat memberi kita banyak hal. Bisa menguasai kreativitas seperti buat kostum yang diproduksi sendiri, kita juga bisa belajar fotografi, khususnya fotografi yang konsen memotret cosplayer. Dalam hal fotografi, kita dituntut untuk bisa foto, ngedit, bahkan membuat video dengan kualitas jempolan juga. Selain itu, manfaat cosplay lainnya yakni, kita dapat berkomunikasi dan bersosialisasi dengan sesama komunitas pecinta anime," kata Faldi yang telah aktif di dunia cosplayer sejak 2011.

Faldi mengaku jika melalui cosplay dapat memberi dampak positif bagi dirinya peribadi. Bahkan ia mengaku pengaruh gairah cosplay sungguh besar di hidupnya.

"Jadi cosplayer mengajarkan kita menjadi sosok pemberani. Karena kita dituntut percaya diri dan harus nampil di atas panggung. Tak terlalu khawatir dan takut, sebab di tempat ini gairah dan hobinya sama semua. Jadi kita dapat berjumpa dengan teman satu frekuensi yang bisa mengapresiasi," tuturnya.

3. Cara yang asyik menjadi karakter favorit

Del Piero, cosplayer yang memerankan karakter Exusiai (IDN Times/Eko Agus Herianto)
Del Piero, cosplayer yang memerankan karakter Exusiai (IDN Times/Eko Agus Herianto)

Konsep event Jejepangan kali ini dibagi perkomunitas dan masing-masing membuka stand. Yang konsen pada fotografi cosplay membuka pameran fotografi, ada pula komunitas yang menjual marchendise karakter anime, ada yang menjual komik dan jaket-jaket bercorak Jepang, bahkan ada komunitas yang stand-nya berisi segala mainan dan atribut tentang film anime "One Piece".

 "Jadi cosplayer itu asyik, bisa meranin karakter yang kita suka. Saya tertarik di dunia Jejepangan seperti sekarang ini, ya, karena game," kata salah seorang cosplayer bernama Del Piero.

Del Piero menceritakan jika dirinya merasa nyaman sebab menemukan banyak teman-teman satu frekuensi. Karena, mereka dapat membicarakan apa saja soal karakter anime tanpa merasa tersinggung sebab sedikit banyak telah sama-sama mengetahui sifat masing-masing.

"Saya memerankan karakter Exusiai. Salah satu karakter di game favorit saya," cerita Del Piero.

Ia memakai jaket merah putih, menggandeng tembak, keris, rok, serta rambut berwarna merah khas Exusiai. Ia mendapatkan segala atribut yang dikenakannya dengan custom di toko baju.

"Makin banyak acara yang seperti ini saya rasa makin bagus. Karena ini juga merupakan ajang nyari kawan sefrekuensi. Satu hobi. Harapannya, ya, lebih besar lagi, lah, event-nya biar rame gitu," pungkasnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Eko Agus Herianto
Doni Hermawan
Eko Agus Herianto
EditorEko Agus Herianto
Follow Us

Latest News Sumatera Utara

See More

Agen Lion Parcel Bisa Kantongi Omzet hingga Miliaran dari Tren Fesyen

07 Apr 2026, 18:00 WIBNews