Urban Community Park Kebun Bunga Medan, sekarang terlihat jauh berbeda. Pagi hari orang berlari, napas tersengal, sepatu menghantamkan lintasan. Dikala sore menjelang malam, suasananya sudah berubah. Anak-anak berlarian, orang tua duduk santai, beberapa remaja pun sibuk berfoto. Tempat ini pun kembali ramai, sebagaimana ramainya sejarah yang diukirnya.
Dulu, ada masa ketika kawasan ini tidak seramai itu. Tribun beton tampak kusam, lapangan kehilangan daya tariknya, dan nama Kebun Bunga lebih sering disebut dalam nada nostalgia. Padahal bagi sebagian warga Medan, tempat ini pernah menjadi pusat sorak-sorai, tempat harapan ditumpahkan, pada sebelas pemain yang berlari berebut bola.
Menariknya, jika ditelusuri juga lebih jauh, kisah Kebun Bunga tidak berawal dari sepak bola. Kawasan ini ternyata sudah beberapa kali berganti fungsi, mengikuti perubahan zaman dengan cara yang tidak selalu disadari. Dan dari sejumlah fakta tentangnya yang kerap terlewat, berikut beberapa fakta unik yang membuat Kebun Bunga layak dipahami bukan sebagai taman kota biasa.
