Alasan Anggaran, Perbaikan Jalan Rusak di Binjai Tak Jadi Prioritas

- Dinas PUTR Binjai tidak memprioritaskan perbaikan jalan di sekitar Pasar Tavip tahun anggaran 2026 karena anggarannya belum masuk dalam perencanaan dan akan diajukan kembali di P-APBD.
- Keterbatasan dana membuat pemerintah hanya fokus pada delapan titik prioritas perbaikan jalan, termasuk Jalan Soekarno-Hatta, Imam Bonjol, dan Aipda Radiman di wilayah Kota Binjai.
- Pelaksanaan pemeliharaan jalan ditargetkan dimulai awal Maret 2026 setelah tahap persiapan teknis selesai, menunggu realisasi Dana Transfer Keuangan Daerah untuk memperluas cakupan pembangunan.
Binjai, IDN Times - Kerusakan ruas jalan terlihat cukup memprihatinkan di seputar Pasar Tavip, Kecamatan Binjai Kota, Kota Binjai, Sumatra Utara. Kondisi kerusakan jalan ini kemungkinan akan semakin parah. Ini dikarenakan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) tidak memprioritaskan perbaikan jalan di tahun anggaran 2026. Anggaran tidak masuk dalam perencanaan menjadi alasan.
"Untuk anggaran tahun 2026 ini, kegiatan jalan seputaran Pasar Tavip tidak ditampung. Dan akan kita coba anggarkan kembali di Anggaran P-APBD 2026," kata Kepala Dinas (Kadis) PUTR Wahyu Umara, Rabu (25/2/2026) kemarin.
1. Ini alasan Jalan Pasar Tapiv tidak menjadi prioritas perbaikan

Pertanyaan muncul, kenapa jalan yang rusak ini tidak menjadi prioritas? Terlebih, rencana perbaikan jalan ini sempat tertampung dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2025. Paket proyek perbaikan dengan nilai kontrak senilai Rp 1,9 milliar, juga sempat ditayangkan dalam sistem Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kota Binjai.
"Terkait jalan seputaran Pasar Tavip memang sudah pernah masuk dalam anggaran P-APBD tahun 2025, karena waktu yang sangat minim dan mepet diakhir tahun 2025 kemarin, kegiatan tidak dapat dilaksanakan," jelas Wahyu Umbara.
2. Anggaran memprihatinkan, ada 8 titik jalan jadi prioritas perbaikan di Binjai

Wahyu mengaku, meski kondisi beberapa titik jalan rusak diseputaran Kota Rambutan, juga harus mempertimbangkan anggaran yang cukup memprihatinkan. Pihaknya sudah menerima arahan langsung dari pimpinan guna melakukan perbaikan.
Diambil kesepakatan, jika ada delapan titik prioritas pemeliharaan jalan, seperti Jalan Soekarno-Hatta sampai Tengku Amir Hamzah (sekitar kawasan Tugu), Jalan Perintis Kemerdekaan, Jalan Imam Bonjol (Binjai Kota), Jalan Pandega, Jalan Candra Kirana, Jalan Aipda Radiman, Jalan Samanhudi dan Jalan Ikan Tenggiri.
"Kita tentu memahami harapan masyarakat agar seluruh jalan yang rusak dapat segera diperbaiki. Namun, dengan keterbatasan anggaran yang tersedia pada tahun 2026, perbaikan harus dilakukan secara bertahap dan berdasarkan skala prioritas," ungkap Wahyu.
3. Target perbaikan jalan baru akan dilaksanakan awal Maret 2026 mendatang

Untuk pelaksanaan pemeliharaan jalan, ia mengaku ditargetkan akan dilaksanakan pada awal Maret 2026. Saat ini, pihaknya tengah memasuki persiapan teknis sebelum pekerjaan fisik dimulai.
"Kita targetkan Minggu depan atau di awal Bulan Maret sudah mulai pelaksanaan pemeliharaan di beberapa ruas jalan yang telah ditetapkan sebagai prioritas," ucap Wahyu.
Apabila rencana pencairan Dana Transfer Keuangan Daerah (TKD) direalisasikan, maka Dinas PUTR akan kembali memprogramkan kegiatan tambahan yang dapat memperluas cakupan pembangunan dan perbaikan jalan sesuai harapan masyarakat.
"Pemko Binjai berkomitmen untuk terus berupaya meningkatkan kualitas infrastruktur secara bertahap, menyesuaikan dengan kemampuan fiskal daerah, sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat akan akses jalan yang layak dan aman," tegas Wahyu.


















