Sepak Bola Putra Sumut Tak Mau Anggap Remeh Lawan-lawan di Grup B PON

Medan, IDN Times- Tim sepak bola Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI 2024 menghuni grup B pada drawing yang digelar pekan lalu. Mereka akan bersaing dengan Sulawesi Tengah, Papua Barat, Sulawesi Barat, dan Jawa Tengah. Mereka akan bermain di Banda Aceh.
Pelatih tim sepakbola putra PON Sumut, Ridwan Saragih mengatakan tak mau anggap remeh dengan persaingan di grup itu. Menurutnya semua tim punya kans yang sama.
"Kita harus optimistis bisa memberikan yang terbaiklah untuk Sumatera Utara. Kami pasti menganggap semua tim yang ikut di PON ini pasti dalam kondisi siap, semua juga melakukan persiapan -persiapan, mereka juga melakukan uji coba, artinya semua tim punya kans yang sama, punya target yang sama, artinya kita pasti harus lebih siap dari tim yang lain, baik itu secara taktikal, teknik, fisik, psikologi, ataupun sosial," katanya.
1. Ridwan siapkan simulasi pertandingan

Saat ini Ridwan tengah menyiapkan simulasi agar pemain bisa beradaptasi dengan situasi pertandingan. Termasuk soal waktu.
"Sekarang saya ada program membuat simulasi pertandingan seperti kompetisi yang akan diselenggarakan di PON, jadi simulasinya membuat istirahat satu atau dua hari, begitu juga dengan jam pertandingannya bisa kita majukan di siang hari bisa itu jam 2 atau jam 3," katanya.
Ridwan juga memikirkan recovery pemain. Apalagi jadwal pertandingan jedanya hanya satu hari.
Kalau di penyisihan kita ada empat pertandingan. Artinya saya harus lebih memikirkan bagaimana recovery pemain, kebugaran pemain. Saya mau di saat kompetisi nanti, top performa pemain tim PON Sumut ada di level terbaik," kata Ridwan.
2. Ridwan harus jaga konsistensi sejak penyisihan hingga babak berikutnya

Ridwan mengatakan, yang terpenting dan harus dijaga adalah konsistensi sejak penyisihan hingga babak berikutnya.Apalagi Sumut tentu mengincar juara.
"Di simulasi itu saya mau melihat kondisi pemain saya, kan nggak mungkin pemain saya di empat pertandingan itu semua main. Nanti top performa di babak delapan besar tidak kelihatan, itu yang perlu saya setting sekarang. Kalau saya kejar di penyisihan, delapan besar kita habis," katanya.
3. Rotasi pemain menjadi kunci

Mantan Pelatih PSMS dan PSPS itu, mengatakan, para pemain akan dirotasi. Siapapun berpeluang untuk turun.
"Semua pemain berpeluang, kalau di liga dia kan ada rentang waktu seminggu, pemainnya banyak, kita kan cuma 23, tidak bisa diganti-ganti, pemain yang ada itu yang harus kita maksimalkan," ujarnya.
"Kalau untuk posisi pemain sentral yang mungkin tidak diganti kita lihat dari performa pemainnya. Nggak bisa kita pastikan dia sentral tetap main, kalau pertandingan ketiga dia udah nggak sanggup?," katanya.















