Dua pemain Garudayaksa tampak menjaga ketat pemain asing PSPS saat duel bola atas (IDN Times/ dok PSPS Pekanbaru)
Pada babak pertama, PSPS memang mendominasi penguasaan bola. Meskipun begitu, PSPS belum mampu mengubah papan skor.
Begitu juga dengan Garudayaksa yang beberapa kali mendapatkan peluang untuk membobol gawang PSPS. Tetapi belum mampu juga mencetak gol.
Memasuki babak kedua, kedua tim meningkatkan permainan. Hal ini tampak dari saling jual beli serangan. Beberapa peluang tercipta oleh kedua tim.
Diantaranya, peluang berbahaya dari pemain Garudayaksa lewat tendangan keras Everton Nascimento. Everton nyaris membobol gawang PSPS setelah tendangan kerasnya diblok penjaga gawang Erlangga Setyo.
Begitu juga dengan PSPS yang mencoba menyerang tapi belum menciptakan peluang berbahaya ke gawang Garudayaksa yang dijaga Yoewanto Benny.
Memasuki menit ke 75, Garudayaksa kembali melakukan tembakan terarah ke gawang PSPS lewat Alfin Faiz. Namun, tembakan yang dilancarkan Alfin masih sangat mudah diamankan oleh Erlangga.
Pada menit ke 85, Alfin Faiz kembali membuka peluang untuk Garudayaksa. Sayangnya, tembakan Alfin dari dalam kotak penalti jauh melambung di atas mistar gawang PSPS.
Tak berselang lama, kini giliran PSPS yang mendapatkan peluang. Hari Nur Yulianto, yang baru saja masuk menggantikan Vieri Donny, nyaris membobol gawang Garudayaksa.
Hari yang bebas mengarahkan tandukannya ke gawang Garudayaksa berhasil digagalkan Rudi N Rajak, yang masuk menggantikan Yoewanto di babak kedua.
Hingga menit ke 90, skor 0-0 tak kunjung berubah. Dengan tambahan waktu 6 menit, kedua tim tampak meningkatkan intensitas serangan. Kedua tim kembali lakukan jual beli serangan. Meskipun begitu, 6 menit waktu tambahan tak juga mampu mengubah skor kedua tim sampai pluit panjang berbunyi.