PSMS Kalah dari Garudayaksa, Eko Purdjianto Soroti Mentalitas Tim

- VAR menyebabkan penundaan laga
- Eko soroti perubahan mentalitas tim setelah unggul
- PSMS sempat unggul lewat gol Cadenazzi sebelum akhirnya kalah dramatis
Medan, IDN Times- Kekalahan PSMS dari Garudayaksa FC di Stadion Pakansari, Bogor, Minggu (25/1/2026) menghadirkan kekecewaan. Pelatih PSMS Eko Purdjianto mengakui memetik pelajaran dari kekalahan ini. Diketahui ini kekalahan perdana PSMS di bawah besutan Eko Purdjinto yang mengambil alih tim di tiga laga terakhir.
“Pertandingannya seru tapi sangat sulit. Saat kami sudah unggul 1-0, tuan rumah langsung meningkatkan agresivitas dengan memasukkan dua striker. Di momen seperti itu seharusnya fokus tetap terjaga, karena keunggulan tidak ada artinya jika konsentrasi hilang,” ujar Eko seusai laga.
1. Laga berhenti cukup lama karena VAR

Menurutnya, gol-gol balasan yang bersarang ke gawang PSMS lahir dari menurunnya kesiapan pemain saat transisi bertahan. “Terjadi kehilangan fokus ketika berpindah dari menyerang ke bertahan. Itu yang harus kami perbaiki. Masih ada laga berikutnya, tapi tentu hasil ini sangat menyedihkan. Namun, inilah sepak bola—kami harus belajar dari situasi ini,” ucapnya.
Eko juga menanggapi sejumlah penghentian pertandingan akibat pengecekan VAR. Ia menegaskan tim menerima semua keputusan wasit, meski mengakui ritme permainan sempat terganggu.
“Keputusan VAR kami terima. Hanya saja, pertandingan jadi sering terhenti cukup lama. Penundaan seperti ini sedikit banyak memengaruhi fokus pemain. Itu sangat disayangkan,” katanya.
2. Perubahan mentalitas tim

Lebih jauh, Eko menyoroti perubahan mental tim setelah gol pembuka tercipta. “Setelah unggul, pemain justru terlihat khawatir untuk mempertahankan kemenangan. Sebaliknya, tuan rumah semakin ‘on’ dan percaya diri. Padahal fokus harus dijaga sampai menit terakhir,” lanjutnya.
Kekecewaan serupa juga diungkapkan pemain PSMS, Nazar Nurzaidin. Ia tak menampik hasil akhir meninggalkan luka bagi seluruh tim. PSMS kini harus bekerja keras di satu laga sisa putaran pertama menghadapi FC Bekasi City.
“Kami kecewa dengan hasil hari ini. Secara pribadi saya akan melakukan introspeksi dan evaluasi diri. Setelah kembali ke Medan, kami harus fokus menatap pertandingan selanjutnya dan berjuang untuk meraih tiga poin,” ujarnya.
3. PSMS sempat unggul lewat gol Cadenazzi

Dalam laga tersebut, tuan rumah sempat bersorak lebih dulu pada babak pertama lewat sundulan Everton. Namun gol itu dianulir wasit setelah tinjauan VAR menilai terjadi pelanggaran Everton terhadap Erwin Gutawa dalam proses gol Andik Vermansyah.
PSMS justru mampu mencuri momentum dan unggul lebih dulu pada menit ke-71 melalui sundulan Felipe Cadenazzi yang menyambar sepak pojok Dani Saputra. Keunggulan itu memaksa Garudayaksa tampil lebih menekan.
Tekanan tuan rumah akhirnya berbuah gol pada menit ke-79. Everton menebus kegagalannya dengan menyamakan kedudukan lewat sundulan memanfaatkan tendangan bebas.
Saat PSMS berusaha mempertahankan hasil imbang demi melanjutkan tren positif, kelengahan di masa injury time menjadi petaka. Pemain pengganti Taufik Hidayat mencetak gol kemenangan pada menit 90+4, memastikan Garudayaksa menutup laga dengan kemenangan dramatis 2-1.












