Imbang Lawan Adhyaksa, PSPS Pekanbaru Surati Komite Etik PSSI

IDN Times, Pekanbaru - PSPS Pekanbaru resmi telah kirim surat terbuka ke Komite Etik PSSI. Hal itu terkait dengan pertandingan match ke 17 Liga Championship 2025/2026 yang berlangsung di Stadion Kharuddin Nasution Kota Pekanbaru.
Laga yang berlangsung pada Jumat (23/1/2026) itu, PSPS menjamu Adhyaksa FC Banten. Dimana, hasil akhir laga tersebut seri, yakni 1-1 untuk kedua tim.
Dalam pertandingan itu, PSPS merasa di curangi oleh keputusan wasit yang dipimpin oleh Yeni Krisdianto.
"Kami sudah kirim surat ke Komite Etik PSSI, sifatnya surat terbuka. Pak Gede Widiade (Chairman PSPS) langsung yang antarkan suratnya," ucap Manager PSPS Miftakhul Fahamsyah, Senin (26/1/2026).
Sebelumnya, pelatih PSPS Aji Santoso menyebut bahwa, laga melawan Adhyaksa itu adalah pertandingan yang memalukan.
1. Ini poin surat terbuka tersebut

Miftakhul mengatakan, adapun poin-poin dalam surat yang ditujukan ke Komite Etik PSSI tersebut, yakni terkait dengan sejumlah keputusan wasit Yeni yang terjadi di dalam lapangan.
"Ada beberapa poin, diantaranya terkait dengan pemain kami yang dinilai melakukan diving di kotak penalti Adhyaksa. Awalnya wasit kan langsung kasih penalti. Tapi setelah itu, dia (wasit) lihat VAR dan membatalkan penalti untuk kami. Kemudian ada juga keputusan wasit yang memberikan hadiah penalti kepada Adhyaksa, yang menurut kontroversi," katanya.
"Yang ketiga terkait gol kedua kami yang dianulir wasit. Itu jelas dalam VAR, Antonio Gamaroni menahan bola pakai dada lalu menendang bola dan gol. Bahkan wasit awalnya menyatakan gol, tapi berubah setelah melihat VAR dan menganulir gol tersebut. Padahal saat sebelum gol terjadi tidak ada pemain lawan yang angkat tangan. Bahkan Antonio sudah menunjukkan gestur memegang dada tapi tak dinilai wasit," sambungnya.
2. Ada anggota EXCO PSSI di bench Adhyaksa sambil memainkan handphone

Tidak hanya itu, dalam surat terbuka PSPS itu, juga menyebut nama seorang anggota EXCO PSSI di bench Adhyaksa saat laga tersebut berlangsung. Anggota EXCO PSSI yang dimaksud adalah Eko Setiawan.
"Dalam surat itu juga ada disebutkan anggota EXCO PSSI Eko Setiawan. Kami mempertanyakan keberadaannya di bench Adhyaksa. Ngapain dia disana sambil memainkan handphonenya. Kan gak etis seorang anggota EXCO berada di bench lawan. Ini kan menjadi pertanyaan bagi kami," terang Miftakhul.
3. Diduga ada permainan antara wasit lapangan dengan wasit VAR

Terkait dengan keputusan wasit yang kontroversi dan merugikan itu, PSPS menduga ada permainan antara wasit lapangan dengan wasit VAR.
"Dari serangkaian kontroversi yang terjadi pada malam itu, ini kami menduga ada permainan antara wasit lapangan dengan wasit VAR. Kenapa kami menilai seperti itu, karena semua keputusan yang merugikan kami, itu terjadi setelah wasit lapangan berkoordinasi dengan wasit VAR. Terlebih ada anggota EXCO di bench lawan yang terus memainkan handphonenya saat pertandingan berlangsung," pungkas Miftakhul.












