Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

PSPS Berbagi Poin dengan Adhyaksa FC, Wasit Diteriaki Mafia

IMG-20260123-WA0076.jpg
Pemain PSPS Asir Asiz saat mencetak gol ke gawang Adhyaksa FC (IDN Times/ dok PSPS Pekanbaru)

IDN Times, Pekanbaru - Laga PSPS Pekanbaru menjamu Adhyaksa FC Banten dalam match ke 17 Liga Championship 2025/2026 berakhir imbang 1-1, Jumat (23/1/2026) malam. Pertandingan yang berlangsung di Stadion Kharuddin Nasution Kota Pekanbaru itu, cukup panas dan sengit.

Tidak hanya itu, tensi permainan yang tinggi dari setiap pemain, baik itu PSPS maupun Adhyaksa, menjadi tontotan yang sangat menarik. Bahkan, kontroversi wasit yang dipimpin Yeni Krisdianto banyak terjadi dalam laga tersebut. Mulai dari hadiah pinalti untuk Adhyaksa, hingga gol kedua PSPS yang dianulir.

Atas kontroversi keputusan wasit itu, ribuan suporter PSPS yang menyaksikan pertandingan tersebut, dengan serentak memaki wasit Yeni dengan kata 'mafia' dan kata makian lainnya.

Selain itu, ada juga aksi pelatih Aji Santoso yang marah-marah sambil menunjuk-nunjuk ke bench Adhyaksa. Atas hasil seri dan berbagi poin itu, PSPS tetap berada di peringkat ke 8 klasemen sementara Grup A, dengan jumlah poin 21. Begitu juga dengan Adhyaksa, tetap berada di peringkat ke 2 klasmen sementara, dengan poin 30.

1. Wasit diteriaki 'mafia'

IMG-20260123-WA0078.jpg
Wasit Yeni Krisdianto dalam laga PSPS vs Adhyaksa FC diteriaki mafia oleh ribuan suporter PSPS (IDN Times/ dok PSPS Pekanbaru)

Dalam laga itu, ribuan suporter yang menyaksikan, memaki wasit Yeni. Pasalnya, sang wasit dinilai merugikan PSPS dengan keputusannya yang dianggap kontroversi.

Adapun kata makian itu yakni 'mafia' dan menyebut wasit Yeni dengan kata 'anjing'.

Dalam pantauan IDN Times, Adhyaksa dihadiahi pinalti oleh wasit setelah mengecek VAR. Tidak sampai disitu, wasit Yeni juga menganulir gol kedua PSPS setelah melihat VAR.

2. Begini jalannya pertandingan

IMG-20260123-WA0075.jpg
Pemain PSPS saat mencoba merebut bola dari kaki pemain Adhyaksa FC (IDN Times/ dok PSPS Pekanbaru)

Saat babak pertama dimulai, tepatnya di menit ke 10, PSPS berhasil membobol gawang Adhyaksa. Gol tersebut tercipta dari kaki Asir Aziz, yang berhasil mengontrol bola operan dari Vieri Donny Ariyanto. Skor 1-0 untuk PSPS.

Adhyaksa yang ketinggalan, langsung mencoba membangun serangan. Meskipun begitu, pemain Adhyaksa belum berhasil menyamakan kedudukan.

Kontroversi terjadi saat Viery Donny Ariyanto dinilai melakukan diving di kotak penalti, usai berhadapan satu lawan satu dengan penjaga gawang Adhyaksa. Wasit Yeni saat itu langsung menunjuk titik putih penalti.

Namun, pemain Adhyaksa lakukan protes. Atas hal itu wasit Yeni ragu dengan keputusannya yang memberikan hadiah penalti kepada PSPS sebelumnya. Sehingga wasit Yeni mengecek VAR dan membatalkan hadiah penalti untuk PSPS. Bahkan, Vieri Donny malah diberi kartu kuning karena dianggap menjatuhkan diri (diving) di kotak penalti lawan.

Setelah insiden itu, ribuan suporter PSPS Pekanbaru meneriaki Wasit dengan sebutan 'mafia' dan 'anjing'.

Di penghujung babak pertama, wasit Yeni kembali melakukan kontroversi. Adhyaksa mendapat hadiah penalti, setelah mengecek VAR. Dimana, wasit Yeni menilai, pemain PSPS melakukan pelanggaran terhadap pemain Adhyaksa di kotak penalti.

Saat itu Pelatih PSPS Aji Santoso bersama asisten pelatih dan tim manajemen langsung melakukan protes keras. Bahkan, Aji Santoso terlihat mendekati bench Adhyaksa dan menunjuk-nunjuk salah satu official tim Adhyaksa. Meskipun begitu, keputusan wasit Yeni tetap memberikan hadiah penalti kepada Adhyaksa.

Adilson Gancho da Silva yang maju sebagai eksekutor, sukses menaklukkan penjaga gawang PSPS Muhammad Darmawan. Skor 1-1 hingga peluit babak pertama usai.

Memasuki babak kedua, PSPS mencoba mengendalikan tempo permainan lewat pemain andalan mereka Asir Aziz. PSPS mencoba membangun serangan ke pertahanan Adhyaksa. Namun rapatnya barisan pertahanan Adhyaksa, membuat PSPS kesulitan menambah golnya. 

Begitu juga dengan Adhyaksa, beberapa peluang juga belum bisa memaksimalkan serangan di pertahanan PSPS. 

Pada menit ke 64, PSPS berhasil mengejutkan pertahanan Adhyaksa. Dimana, legiun asing Antonio Gamaroni berhasil mencetak gol. Sebelum memutuskan gol itu sah atau tidak, wasit Yeni kembali mengecek VAR. Hasilnya, gol tersebut dianulir, karena dianggap lebih dulu melakukan pelanggaran. 

Pemain PSPS saat itu kembali protes. Namun keputusan wasit Yeni tak bisa diganggu gugat. Suporter pun kembali meneriaki wasit Yeni dengan kata 'mafia' dan 'anjing'.

Hingga peluit babak kedua dibunyikan, skor tidak berubah, yakni 1-1.

3. Aji Santoso: pertandingan yang memalukan

20251024_222303.jpg
Pelatih PSPS Aji Santoso (IDN Times/ dok PSPS Pekanbaru)

Usai laga itu, pelatih PSPS Aji Santoso saat ditemui awak media, tidak mau memberikan keterangan yang panjang dan lebar. Aji terlihat tidak terima dengan hasil akhir laga malam itu. Ia hanya mengatakan, PSPS vs Adhyaksa adalah pertandingan yang memalukan.

"Saya tidak mau panjang lebar, laga malam ini adalah pertandingan yang memalukan," pungkasnya.

Share
Topics
Editorial Team
Doni Hermawan
EditorDoni Hermawan
Follow Us

Latest Sport Sumatera Utara

See More

PSPS Berbagi Poin dengan Adhyaksa FC, Wasit Diteriaki Mafia

24 Jan 2026, 08:49 WIBSport