Para pemain Persiraja Banda Aceh selebrasi. (Dokumentasi Media Official Persiraja Banda Aceh untuk IDN Times)
Kemenangan dramatis ini disambut rasa syukur yang mendalam oleh sang pelatih. Ridwan bahkan memberikan analogi yang menggambarkan betapa krusialnya arti kemenangan ini bagi mentalitas tim yang tengah berjuang di kompetisi Championship.
“Banyak yang bilang juga, ‘nah menang lawan PSGC kok sampai segitu bahagianya?’ Ya sama, kita analogikan ketika kita ada di gurun, satu botol mineral itu sangat berharga. Ketika kita mendapatkan satu botol mineral itu kita seperti mendapatkan dunia kita, ya. Satu kemenangan hari ini sama seperti kita minum air di tengah kehausan yang menimpa kita,” tutur Ridwan penuh pengibaratan.
Ia menyebut hasil positif ini sebagai tambahan tenaga, obat, sekaligus suntikan semangat baru bagi para pemain untuk mengarungi sisa kompetisi dan menatap laga-laga berikutnya. Ridwan pun menyampaikan apresiasi tinggi atas kerja keras seluruh anak asuhnya serta mempersembahkan kemenangan tersebut untuk masyarakat Aceh di mana pun berada.
Menutup keterangannya, sang juru taktik menyoroti ketajaman lini serang yang menciptakan banyak peluang emas bahkan beberapa di antaranya sempat membentur mistar gawang.
Evaluasi berkala, baik melalui rekaman pertandingan maupun sesi latihan bersama tim analisa, akan terus digalakkan guna memperbaiki berbagai pekerjaan rumah (PR) yang masih tersisa.
“Setidaknya kita punya atau kita bisa meng-create banyak peluang, itu dulu, ya. Ketika kita berbicara pertandingan yang sebelumnya, tidak banyak peluang yang bisa kita create. Artinya ini poin-poin positif dari apa yang ditunjukkan oleh para pemain, mudah-mudahan dari konfidensi yang didapat ini dengan kemenangan ini mudah-mudahan bisa membuat mereka lebih terang lagi di dalam di depan gawang dalam memanfaatkan peluang, ya,” pungkasnya.