Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Seluruh Atlet Pelatda PON Sumut Dicover BPJS Ketenagakerjaan

Seluruh Atlet Pelatda PON Sumut Dicover BPJS Ketenagakerjaan
Sosialisasi manfaat BPJS Ketenagakerjaan untuk atlet Sumut (dok.istimewa)

Medan, IDN Times- Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan mencover seluruh atlet Sumatra Utara yang akan berlaga di Pekan Olahraga Nasional (PON) 2024 September mendatang di Sumut-Aceh. Bersama KONI Sumut, BPJS Ketenagakerjaan melakukan sosialisasi manfaat program untuk atlet dan pelatih di Kantor KONI Sumut. 

Sebagai salah satu bukti manfaatnya, BPJS menyerahkan santunan kepada keluarga almarhum Binner Sidabuke sebesar Rp42 juta. Binner Sidabuke merupakan pelatih tinju Sumatra Utara.

1. Perlindungan kesehatan melalui BPJS tersebut tentunya akan memberikan rasa nyaman kepada para atlet

Keluarga almarhum petinju Sumut Binner Sidabuke mendapat santunan karena sudah tercover BPJS Ketenagakerjaan (dok.istimewa)
Keluarga almarhum petinju Sumut Binner Sidabuke mendapat santunan karena sudah tercover BPJS Ketenagakerjaan (dok.istimewa)

Kepala Bidang Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan Medan Utara Evi Wirda Ningsih di Medan, mengatakan, pihaknya mengapresiasi KONI Sumut yang selama ini telah memberikan perlindungan kesehatan kepada atlet dan pelatih binaanya yang dipersiapkan menghadapi PON XXI/2024.

Perlindungan kesehatan melalui BPJS tersebut tentunya akan memberikan rasa nyaman kepada para atlet dan pelatih untuk lebih serius menjalani latihan selama Pelatda demi mematangkan persiapan untuk menghadapi PON mendatang.

"Ada 1.438 atlet dan pelatih Pelatda PON Sumut yang sudah tercover BPJS Ketenagakerjaan. Namun bagaimana dengan atlet nonpelatda? padahal mereka juga tetap latihan. Sosialisasi ini salah satu gunanya kita lakukan, agar masing-masing Pengprov olahraga lebih paham tentang manfaat BPJS dan bisa memasukkan atletnya dalam lindungan BPJS," katanya.

2. Perawatan tanpa batas biaya sesuai indikasi medis hingga sembuh

Atlet judo Sumut Willy Pratama saat menghadapi rival dari Lampung di Kejurwil Barat di Lubuklinggau, Sumatra Selatan (Dok.PJSI Sumut)
Atlet judo Sumut Willy Pratama saat menghadapi rival dari Lampung di Kejurwil Barat di Lubuklinggau, Sumatra Selatan (Dok.PJSI Sumut)

Ada berbagai manfaat yang bisa didapatkan para atlet, di antaranya perawatan tanpa batas biaya sesuai indikasi medis hingga sembuh bagi atlet yang mengalami kecelakaan kerja yaitu cedera saat bertanding.

Apabila dalam masa pemulihan dan tidak dapat berkompetisi untuk sementara waktu, pihaknya akan memberikan Santunan Sementara Tidak Mampu Bekerja (STMB) sebesar 100 persen upah yang dilaporkan selama 12 bulan pertama dan 50 persen untuk bulan selanjutnya hingga sembuh.

Selain manfaat tersebut, jika atlet meninggal dunia karena kecelakaan kerja saat bertanding, maka ahli waris berhak mendapatkan santunan JKK sebesar 48 kali upah terakhir yang dilaporkan.

Namun jika meninggal dunia bukan karena kecelakaan kerja maka santunan yang akan diterima sebesar Rp42 juta. Selain itu dua orang anak dari atlet juga akan mendapatkan beasiswa dari jenjang pendidikan dasar hingga perguruan tinggi maksimal sebesar Rp174 Juta.

3. Banyak pengurus cabor belum paham pentingnya BPJS untuk tangani cedera atlet

Sosialisasi manfaat BPJS Ketenagakerjaan untuk atlet Sumut (dok.istimewa)
Sosialisasi manfaat BPJS Ketenagakerjaan untuk atlet Sumut (dok.istimewa)

Sementara KONI Sumut John Ismadi Lubis, mengatakan, masih banyak pengurus cabang olahraga yang belum paham tentang manfaat program BPJS Ketenagakerjaan bagi atlet dan pelatih. Akibatnya ada atlet yang saat mengalami cedera ketika berlatih, harus berobat secara mandiri.

Melalui sosialisasi tersebut diharapkan semua insan olahraga di daerah itu lebih mengenal dan mengatahui manfaat BPJS Ketenagakerjaan, terutama terkait perlindungan kesehatan. Apalagi BPJS Ketenagakerjaan sudah menjalin kerja sama hampir dengan semua rumah sakit.

"Bahkan kalau ada atlet yang harus menjalani perawatan di luar negeri bisa dicover BPJS Ketegakerjaan, meski harus kita dahulukan dananya. Intinya kami ingin semua pengurus Pengprov masing-masing cabang olahraga lebih memahami soal perlindungan kesehatan atletnya," pungkasnya. 

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Doni Hermawan
EditorDoni Hermawan
Follow Us

Latest Sport Sumatera Utara

See More

Hyrox Race Simulation Pertama di Medan, Diikuti Ratusan Peserta

29 Apr 2026, 20:05 WIBSport