Sejumlah peserta Musprov Pertina Sumut merasa dicurangi (Dok.istimewa)
Sementara itu kubu yang walk out menyatakan ketidakpuasannya atas perjalanan dan hasil Musprov hari itu. Mereka merasa dicurangi sehingga memutuskan meninggalkan Musprov. Mantan Ketua Pertina Sumut periode 2008-2012, Freddy Simangunsong mengatakan situasi memanas sehingga pihaknya memutuskan walk out. "Jadi saya tidak menghendaki itu (rusuh). Makanya ditarik semua," kata Freddy.
Freddy mengaku pihaknya kecewa dengan putusan-putusan yang ada. Salah satunya, penentuan caretaker jadi pemilik suara di Musprov. Sejatinya ada 16 pengcab aktif yang hadir di Musprov sebagai pemilik. Lalu kemudian ditambah 5 SK caretaker.
"Sebelum Musprov dilakukan, kami sudah audiensi ke KONI Sumut. Oke, mereka tidak punya wewenang mencampuri internal Pertina, tapi dikatakan mereka di organisasi apapun, caretaker memang tidak punya suara," sebut Freddy. "Kami juga pergi ke PP Pertina. Sekjen Warta Ginting juga jelas mengatakan caretaker tidak punya suara," jelasnya.
Di samping itu, Musprov Pertina Sumut dianggap tidak netral karena digelar di tempat/markas salah satu calon ketua, yakni Sabbam Manalu yang juga caretaker Ketua Pengprov Pertina Sumut. Padahal pihaknya sudah meminta sejak Rakerprov Desember lalu, agar lokasi Musprov dipindahkan. "Ini pertama terjadi Musprov Pertina Provinsi digelar di rumah calon ketua. Kami sudah minta dipindahkan ke hotel, biaya kami sediakan agar menjaga netralitas. Tapi, apa yang terjadi mereka tetap lanjut," sebutnya.
Protes keras juga disuarakan Donal Panjaitan (wakil ketua Pertina Asahan) dan Tavip Simangunsong (Ketua Pertina Labuhan Batu) serta 8 pengcab lainnya menyatakan Musprov terjadi kecurangan. Sebab, dari AD/ART disebutkan caretaker memang tidak punya hak suara. "Begitu juga soal mandat ini. Mandat kan utusan. Tapi kenapa mereka bilang, mandat tidak bisa menentukan pilihan? Jadi kami mohon keadilan. Kami minta agar Musprov diulang di tempat netral, di hotel atau di KONI Sumut," sebut Donal.
Pihaknya pun akan melaporkan situasi yang terjadi dengan menyurati PP Pertina, KONI Sumut, serta Gubernur Sumut. "Kami tentu tidak mengakui Musprov tadi. Kami minta dilakukan ulang di tempat netral," tambah Donal.