Misi Pegadaian Wujudkan Lingkungan Sepak Bola Bersih dan Indah

Medan, IDN Times- Dua tahun sudah Pegadaian menjadi sponsor utama Liga 2. Selama dua tahun pula banyak hal menarik yang hadir dalam iklim sepak bola kompetisi kasta kedua tanah air itu. Tidak hanya soal law of the game, tapi klub juga diajak memikirkan hal-hal lain di luar lapangan.
Hal yang dimaksud adalah soal program Pegadaian Peduli pada Pegadaian Liga 2 musim 2024/2025. Ini merupakan lanjutan dari program serupa yang sudah dilakukan musim sebelumnya.
Salah satu hal yang terkesan remeh tapi penting yang dipikirkan dalam sebuah pertandingan bola adalah persoalan sampah. Sebuah pertandingan sepak bola kerap kali meninggalkan banyak sampah. Hal itu karena biasanya penonton akan nonton bola dengan membawa camilan dan minuman untuk menemani serunya pertandingan. Baik itu yang dibeli di stadion maupun dibawa dari rumah.
Di Pegadaian Liga 2 dua musim ini, penonton diajak untuk lebih peduli tentang kebersihan stadion. Dalam kampanye pegadaian Peduli, penonton di stadion diedukasi untuk lebih peduli tentang kebersihan di sekitarnya.
Sebuah goni plastik hitam bertuliskan "Tim Bersih Indah" berlogo Pegadaian Liga 2 dibawa sejumlah petugas berompi dengan label yang sama saat laga kandang PSMS Medan di Stadion Baharoeddin Siregar Lubukpakam, Deli Serdang, Sumatra Utara. Aksi ini dilakukan sejak laga kontra Persiraja Banda Aceh pada 14 Desember dan laga kontra Dejan FC pada 19 Desember.
Mereka beraksi saat jeda babak pertama dan usai laga. Para suporter diajak untuk membuang sampah di tempat yang disediakan.

Irsan, Ketua panpel pertandingan kandang PSMS mengatakan aksi ini dilakukan agar penonton lebih sadar tentang kebersihan stadion. Aksi itu dilakukan saat jeda pertandingan dan usai laga.
"Kita kutip sampah-sampah biasanya banyak plastik-plastik air dan makanan. Kalau botol mineral biasanya sudah minim karena biasanya langsung disita di pintu masuk stadion untuk menghindari adanya lemparan," kata Irsan, Senin (30/12/2024).
Irsan mengingatkan suporter untuk menanamkan kesadaran dalam dirinya untuk menjaga kebersihan di stadion. Caranya dengan membuang sampah pada tempatnya. "Kami harapkan para penonton umum hingga suporter bisa menjaga kebersihan, minimal gak buang sampah sembarangan," kata Irsan.
Salah seorang pendukung PSMS, Andika mengatakan dengan aksi ini cukup bagus dilakukan karena penonton punya wadah untuk membuang sampahnya. Menurutnya selama ini tempat sampah jauh dari area tempat duduk penonton.
"Bagus juga, jadi kita sudah tahu mau buang sampah ke mana. Menurut saya sih suporter juga harus sadar kebersihan karena malu kita kalau pulang dari sini stadion kotor. Sering lihat di video bagaimana suporter dari Jepang selalu bersihkan stadion usai laga," kata Andika yang tak pernah absen menonton PSMS saat berlaga di kandang musim ini.
Aksi Bersih Indah ini merupakan bagian program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pegadaian Peduli Liga 2 2024/2025. Musim ini kontestan Liga 2 sudah disinggahi program dengan sejumlah kegiatan sosial. Mulai dari Workshop UMKM, penanaman pohon, hingga aksi bersih stadion.
Dari Sumatra, tim Pegadaian Peduli sudah singgah ke markas Persiraja di Stadion H Dimurthala, Lampineung, Banda Aceh pada 19-21 November 2024 lalu. Selain aksi bersih di stadon, suporter juga diajak menanam pohon di Lapangan PS Amla Lamteungoh, Aceh Besar. Ada 28 bibit pohon yang ditanam. Pegadaian menggandeng manajemen Persiraja dan suporter Persiraja SKULL.
Aksi penanaman pohon tersebut dipimpin oleh Kepala Departemen Business Support Kantor Wilayah 1 Medan, Andya Fauzi.
Lewat program Pegadaian Peduli ini, menurutnya, lingkungan sepak bola diharapkan bergerak ke arah yang lebih positif. Dalam hal ini tak hanya soal kebersihan, tapi juga penghijauan dan upaya menjaga lingkngan.
"Tahun kedua Pegadaian bersama Liga 2, kita konsen untuk mengembangkan sepak bola dalam negeri," kata Andya.
Sampah bisa diolah menjadi suatu yang bernilai

Kemudian kampanye ini berlanjut ke kandang tim Sumatra lainnya yakni PSPS Pekanbaru, Riau pada 29 November 2024 sampai 1 Desember 2024. Diawali dengan workshop dengan pedagang di SMA Negeri Olahraga Provinsi Riau, Rumbai, Kota Pekanbaru dilanjutkan dengan coaching clinic di SSB Kota Pekanbaru. Di sini ada sekitar 50 Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang dilibatkan.
Pada kesempatan itu, aksi menanam pohon di area Stadion Kaharuddin Nasution. Kemudian usai laga PSPS kontra Persikota Tangerang pada 1 Desember, perwakilan suporter PSPS yakni Curva Nord dan Askar The King diajak membersihkan sampah di stadion.
"Sampah bukan hanya soal kebersihan lingkungan, tapi bagaimana melihat potensi dalam setiap hal. Bahkan dalam hal sederhana sekalipun. Dengan kreativitas kita, kita bisa membuat sampah menjadi suatu yang bernlai, menjadi emas yang bersinar. Sebagai suporter sepak bola, jadilah agen perubahan dengan mengampanyekan pemilahan sampah di stadion dan lingkungan sekitar," kata Plt Kepala Bagian Jaringan Distribusi dan Layanan PT Pegadaian Kantor Wilayah II Pekanbaru Fadlin Hardin Nasution.
Sampah-sampah itu nantinya bisa menjadi suatu yang bernilai. Untuk itu Pegadaian berkolaborasi dengan bank sampah di kota terkait.
"Stadion tetap bersih, bisa dikolaborasikan dengan Bank Sampah. Pegadaian terhadap perusahaan yang peduli penyelamatan lingkungan, kami ingin acara seperti ini menginspirasi, penyelamatan lingkungan mutlak dan perlu dilaksanakan. Kita harapkan teman-teman suporter bisa menjadi penggerak penyelamatan lingkungan dari diri sendiri dengan menonton bola, sampahnya dibereskan," kata Deputy Operational Pegadaian Pekanbaru Siswanto.
Tak hanya di Sumatra, klub-klub di Pulau Jawa dan luar Jawa seperti Persijap, Dejan FC, Persela Lamongan, Persipal Palu, Gresik dan lainnya juga sudah diajak berkolaborasi program Pegadaian Peduli ini. Diharapkan lingkungan sepak bola Liga 2 bergerak ke arah yang lebih positif dengan kampanye ini.
















