Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kisah Winna, Mahasiswi yang Hasilkan Jutaan Rupiah dari Strap Masker

Kota Medan
Kisah Winna, Mahasiswi yang Hasilkan Jutaan Rupiah dari Strap Masker
Istimewa/IDN Times
Share Article

Medan, IDN Times - Menjadi pengusaha sejak dini bukan hal mudah. Perlu belajar dan konsisten yang dilakukan. Hal itu lah yang diterapkan Winna Nainggolan. 

Lulusan gelar Sarjana Administrasi Bisnis Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Univerversitas Sumatera Utara (USU) ini buktikan jadi pengusaha sejak muda. Ia kini memproduksi souvenir lokal yang dipasarkan di Tomok. Salah satunya tali pengait masker alias strap masker.

  1. 1. Imbauan menggunakan masker dijadikan Winna untuk memproduksi masker berbahan dasar ulos

    ilustrasi wabah (pexels.com/Ketut Subiyanto)
    ilustrasi wabah (pexels.com/Ketut Subiyanto)

    Kepada IDN Times, ia mengatakan sejak adanya pandemik COVID-19, masyarakat diimbau untuk memakai masker saat beraktivitas di luar rumah.

    Imbauan itu pun menjadi ide baginya dan warga di Tomok, Kecamatan Simanindo untuk memproduksi masker berbahan dasar ulos.

    “Ulos yang aku gunakan untuk membuat masker itu sebenarnya sisa dari bahan membuat tas,” ujar Winna. 

  2. 2. Selain masker, Winna juga menghasilkan produk tali pengait masker

    Pixabay/Myriams-Fotos
    Pixabay/Myriams-Fotos

    Selain masker, Winna juga menghasilkan produk tali pengait masker alias strap masker yang mencirikan warna suku batak, yaitu hitam, merah dan putih. 

    “Aku bermimpi 70 persen souvenir yang dijual di sini merupakan produksi lokal. Selama ini kan kebanyakan dari Yogya, bahkan Bali,” sambungnya.

  3. 3. Dalam produksi barang khas lokal, Winna mengusung merek dagang Parnasib

    Instagram.com/abitkain
    Instagram.com/abitkain

    Dalam produksi brang khas lokal, Winna mengusung merek dagang Parnasib untuk tali pengait masker alias strap masker. Sebagian dikreasikan dengan menggunakan kain ulos, dan sebagian diproduksi menggunakan bahan baku benang.

    “Sambutan pasar sangat baik. Kami pernah mendapatkan penghasilan Rp4 juta dalam sehari hanya untuk tali masker saja," ucap Winna.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More