H-2 Lebaran, Harga Sembako di Pasar Tradisional Medan Masih Stabil

- Menjelang Idul Fitri 1447 H, harga kebutuhan pokok di Medan relatif stabil meski permintaan meningkat dua kali lipat, terutama untuk telur, daging sapi, ayam, cabai, dan bawang.
- Penurunan tajam harga cabai merah terjadi karena pasokan melimpah, sementara stabilitas harga pangan didukung oleh program Gerakan Pangan Murah yang digerakkan pemerintah.
- Pengamat ekonomi memproyeksikan puncak belanja masyarakat terjadi pada Kamis sebelum Idul Fitri, dengan imbauan agar warga tidak berbelanja berlebihan saat lebaran karena potensi lonjakan harga.
Medan, IDN Times - Harga sejumlah kebutuhan pokok masyarakat di wilayah Sumut khususnya kota Medan masih sangat terkendali, terhitung pada Kamis (19/3/2026) dan harga puncak belanja masyarakat diproyeksikan terjadi pada hari ini.
Sebab, sebagian masyarakat jadwal akan merayakan Idul Fitri diprediksi pada hari Jumat (20/3/2026). Sebagian besar harga kebutuhan pangan masyarakat masih terkendali.
1. Beberapa komoditas yang alami kenaikan permintaan tertinggi adalah telur ayam, daging sapi, daging ayam, cabai, hingga bawang

Pengamat ekonomi, Gunawan Benjamin menjelaskan pada hari ini demand atau permintaan naik hingga bisa mencapai 2 kali lipat lebih dibanding hari normal.
Diketahui, beberapa komoditas yang alami kenaikan permintaan tertinggi adalah telur ayam, daging sapi, daging ayam, cabai, hingga bawang.
Harga daging ayam terpantau stabil dalam rentang Rp40 hingga Rp44 ribu per Kg, daging sapi terpantau stabil cenderung naik dalam rentang Rp135 hingga Rp145 ribu per Kg dibandingkan sehari sebelumnya Rp130 hingga Rp145 ribu per Kg.
Sementara untuk harga bawang merah naik dari sekitar Rp32 ribu menjadi Rp36 ribu per Kg, untuk bawang putih naik dari kisaran Rp30 ribu menjadi Rp32 ribu per Kg. Namun, terjadi penurunan yang sangat tajam pada komoditas cabai merah yang menyentuh Rp25 ribu per Kg dari posisi sebelumnya Rp32 ribu per Kg.
2. Penurunan tajam cabai merah pada hari ini tidak terlepas dari kenaikan persediaan

Menurut Gunawan, penurunan tajam cabai merah pada hari ini tidak terlepas dari kenaikan persediaan yang mampu melampaui potensi permintaan jelang Idul Fitri.
"Secara keseluruhan harga yang terbentuk sejauh ini masih terpantau stabil. Dan realisasi harganya masih lebih rendah dibandingkan dengan harga menjelang Ramadhan kemarin. Ini menunjukan bahwa potensi kenaikan harga mampu diredam. Dimana memang ada sejumlah upaya yang dilakukan pemerintah salah satunya meredam gejolak harga melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) untuk komoditas daging sapi dan daging ayam," ungkapnya.
3. Menjelang idul fitri demand selalu lebih tinggi dibandingkan hari besar manapun dalam satu tahun kalender

Pada dasarnya saat menjelang idul fitri demand selalu lebih tinggi dibandingkan hari besar manapun dalam satu tahun kalender, dan pada perdagangan hari Jumat, belanja masyarakat diproyeksikan akan lebih rendah dibandingkan dengan belanja masyarakat pada kamis ini.
"Dan pada hari lebaran hingga H+2 idul fitri, akan ada banyak pedagang yang menutup lapaknya. Disarankan masyarakat untuk tidak banyak berbelanja di hari tersebut. Karena ada ketidakseimbangan pasar yang kerap membuat harga komoditas yang dijual naik diluar nalar," pungkasnya.


















