TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

Transformasi Digital Tidak Berjalan Baik Tanpa Kecakapan Digital

Transformasi Digital Indonesia Tidak Berjalan Baik Tanpa Kec

Ilustrasi kuliah daring pakai aplikasi Zoom (Dok. IDN Times)

Batu Bara, IDN Times - Rangkaian Webinar Literasi Digital di Kabupaten Batu Bara, Provinsi Sumatera Utara kembali bergulir. Kali ini webinar bertajuk “Menjadi Masyarakat Digital yang Berbudaya Indonesia”.

Pada webinar yang menyasar target segmen mahasiswa dan pelajar, dihadiri oleh sekitar 878 peserta daring.

Hadir sebagai pemateri yaitu Irfan Shopan Himawan, Dosen dan Akademisi; M Adhi Prasnowo, Mendeley Advisor Akademisi. Ada juga Aminuddin, Dosen dan Akademisi di Bidang Sosial dan Politik; dan Yogi Andrian Zunaeidy, Dosen Universitas Pembangunan Panca Budi.

Berikut pemaparan para pemateri:

Baca Juga: Oknum Polisi Diduga Rudapaksa Istri Tersangka saat Hamil

1. Perkembangan dunia digital telah menyasar ke segala sisi kehidupan

Ilustrasi rapat. Antarafoto

Irfan Shopan Himawan, menyampaikan revolusi industri akan selalu terjadi. Oleh karena itu, kita harus memiliki kemauan yang kuat untuk bertahan dan menyesuaikan dengan perubahan.

Tak dapat dipungkiri, perkembangan dunia digital telah menyasar ke segala sisi kehidupan. Kecakapan Digital menjadi komponen penting untuk mendukung terjadinya proses transformasi digital. Baik di ranah pemerintahan, kehidupan sehari-hari masyarakat, maupun dalam proses pertumbuhan ekonomi digital Indonesia.

“Tanpa adanya kecakapan digital, proses transformasi digital Indonesia tidak dapat berjalan dengan baik, karena ketiga unsur pilar tersebut akan terpapar dengan berbagai jenis resiko termasuk dari ancaman serangan siber,” ujarnya.

2. Jejak digital kita adalah personal brand digital kita

unsplash.com/thoughtcatalog

Adhi Prasnowo mengatakan jejak digital kita adalah personal brand digital kita. Jejak digital ini yang membentuk dan mengabadikan gambaran tentang siapa kita di dunia digital, yang bisa jadi lebih detail dari yang kita bayangkan.

“Apapun yang kita lakukan saat melakukan aktivitas daring, penting bagi kita untuk mengetahui jenis jejak yang kita tinggalkan, dan apa efeknya bagi kita di kemudian hari,” jelasnya.

Aminuddin, menjelaskan deteksi dini hoax dengan cek alamat URL, cek situs tersebut, cek dengan media lainnya, gunakan fact-checking, siapa penulis dan narasumbernya, apakah berita tersebut membuat marah? Berita palsu sering menyasar emosi dengan memberikan informasi-informasi aneh. Bagaimana penulisannya? Berita umumnya tidak menggunakan capslock dan tanda seru.

Baca Juga: Imbas Oknum Lecehkan Istri Tersangka, Kapolsek Kutalimbaru Dicopot

Berita Terkini Lainnya