Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Udara Medan 18 September 2026: Tidak Sehat untuk Kelompok Sensitif
Tangkapan layar laman iqair.com terkait kondisi udara di Kota Medan, Jumat (18/9/2026). (Dok: Iqair)

Medan, IDN TimesKualitas udara Kota Medan, Sumatra Utara, masuk ke dalam kategori tidak sehat untuk kelompok sensitive, Jumat (18/9/2026). Dengan kata lain, orang dengan gangguan pernafasan atau pun yang memliki sensitifitas terhadap udara diminta untuk waspada.

Amatan IDN Times melalui kanal pemantau kualitas udara iqair.com menunjukkan, Kota Medan masuk ke dalam peringkat 104 AQI⁺ US. Laman itu menandai Medan dengan label berwarna oranye atau tidak sehat bagi kelompok sensitive.

Laman itu juga menunjukkan, konsentrasi PM2.5 -- debu atau partikel mikroskopis yang melayang di udara—di angka. 36,9 mikrogram per meter kubik.

Data Balai Besar Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Wilayah I di Medan juga menunjukkan angka yang sama. Forecaster BBMKG Wilayah I Budi Prasetyo juga menjelaskan, konsentrasi PM2.5 mengalami fluktuasi sepanjang pemantauan

Pada pukul 03.00, konsentrasinya berada di titik terendah, sekitar 18,2 mikrogram per meter kubik. Angka tersebut kemudian meningkat dan mencapai sekitar 53,7 mikrogram per meter kubik pada pukul 11.00, sebelum turun menjadi sekitar 36,9 mikrogram per meter kubik pada pukul 12.00.

Pantauan BMKG juga tidak mendeteksi paparan asap di wilayah Sumut. “Berdasarkan pantauan citra sebaran asap wilayah Sumatera pada tanggal 18 September 2026 jam 13.00 Wib tidak terdeteksi asap di wilayah Sumatera Utara. Titik panas pada tanggal 18 September 2026 dari pukul 00.00 - 13.00 Wib terpantau tidak ada,” katanya.

Sejumlah masyarakat juga mengeluhkan kondisi udara di Kota Medan. Ricky Ardian, harus merawat dua anaknya yang terjangkit Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA). Penyebabnya diduga karena memburuknya kondisi udara dalam beberapa waktu terakhir.

“Kemarin sudah sampai dibawa ke dokter karena susah bernafas,” ujar Ricky.

Curated For You

Editorial Team

Related Article