Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Tolan Tiga dan KIS Group Bangun Fasilitas BioCNG Ketiga di Simalungun
Groundbreaking ceremony biogas and BioCNG development (IDN Times/Indah Permata Sari)
  • Tolan Tiga Indonesia dan KIS Group memulai pembangunan fasilitas BioCNG ketiga di Pabrik Kelapa Sawit Bukit Maradja, Simalungun, dengan target operasi pada triwulan III 2027.

  • Tiga fasilitas BioCNG membutuhkan investasi total 4,5 juta dolar AS atau sekitar Rp73 miliar, mengolah metana limbah cair kelapa sawit menjadi energi terbarukan.

  • BioCNG Bukit Maradja akan dipasok ke Unilever Oleochemical Indonesia; tiga proyek diproyeksikan mengurangi sekitar 188.000 ton CO2e per tahun dan mendukung target emisi SIPEF 2030.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
sejak 2013

SIPEF dan KIS Group memulai kemitraan melalui inisiatif biogas dan penangkapan metana.

2024

SIPEF menetapkan 2024 sebagai tahun dasar target pengurangan emisi.

Desember 2025

Fasilitas BioCNG di Pabrik Perlabian, Labuhanbatu Selatan, telah beroperasi.

5 Oktober 2026

Proyek BioCNG di Pabrik Agro Muara Rupit, Musi Rawas, memasuki tahap groundbreaking.

Kamis (29/10/2026)

Tolan Tiga Indonesia dan KIS Group memulai pembangunan fasilitas BioCNG ketiga di Pabrik Kelapa Sawit Bukit Maradja, Simalungun.

akhir 2026

Tolan Tiga Indonesia menargetkan tujuh pabrik kelapa sawit memiliki fasilitas penangkapan metana.

triwulan III 2027

Fasilitas BioCNG Bukit Maradja ditargetkan mulai beroperasi dan memasok BioCNG kepada Unilever Oleochemical Indonesia.

2030

Pengembangan BioCNG mendukung target SIPEF mengurangi emisi Energy and Industry sebesar 42 persen serta emisi Forest, Land and Agriculture sebesar 30,3 persen dibandingkan tahun dasar 2024.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Tolan Tiga Indonesia dan PT KIS Biofuels Indonesia memulai pembangunan fasilitas BioCNG ketiga di Indonesia untuk mengolah metana dari limbah cair pabrik kelapa sawit menjadi energi terbarukan.
  • Who?
    Tolan Tiga Indonesia, SIPEF Group, PT KIS Biofuels Indonesia, PT Eastern Sumatra Indonesia, dan Unilever Oleochemical Indonesia terlibat dalam proyek ini.
  • Where?
    Fasilitas dibangun di Pabrik Kelapa Sawit Bukit Maradja, Kecamatan Gunung Malela, Kabupaten Simalungun, Sumatra Utara.
  • When?
    Seremoni peletakan batu pertama berlangsung pada Kamis, 29 Oktober 2026. Fasilitas ditargetkan mulai beroperasi pada triwulan III 2027.
  • Why?
    Proyek ini ditujukan untuk memanfaatkan metana dari POME sebagai BioCNG, memasok energi terbarukan bagi industri, serta mendukung target pengurangan emisi SIPEF Group hingga 2030.
  • How?
    Biogas berkapasitas 17.879 Nm3 per hari dimurnikan hingga kandungan metana di atas 96 persen, dimampatkan menjadi BioCNG, lalu diangkut truk sejauh 30 kilometer ke Unilever Oleochemical Indonesia.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Tolan Tiga Indonesia dan KIS Group mulai membangun tempat membuat gas BioCNG di Simalungun. Gas ini dibuat dari sisa cairan pabrik kelapa sawit. Nanti gasnya dikirim dengan truk ke Unilever. Ini pabrik BioCNG ketiga mereka di Indonesia. Tempat ini ditargetkan mulai bekerja pada tahun 2027.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Pembangunan fasilitas BioCNG ketiga Tolan Tiga Indonesia menunjukkan pemanfaatan limbah cair kelapa sawit dapat diperluas menjadi energi terbarukan bagi industri. Di Bukit Maradja, fasilitas ini dirancang mengolah biogas dan memasok BioCNG kepada Unilever Oleochemical Indonesia, sekaligus memperkuat kemitraan yang telah berjalan sejak 2013 serta mendukung target pengurangan emisi SIPEF hingga 2030.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Medan, IDN Times – Tolan Tiga Indonesia yang merupakan bagian dari SIPEF Group bersama PT KIS Biofuels Indonesia (KIS Group Sustainability) resmi memulai pembangunan fasilitas BioCNG di Pabrik Kelapa Sawit Bukit Maradja, Kecamatan Gunung Malela, Kabupaten Simalungun, Sumatra Utara.

Seremoni peletakan batu pertama atau groundbreaking digelar pada Kamis (29/10/2026). Pabrik tersebut dioperasikan oleh PT Eastern Sumatra Indonesia.

Pembangunan ini menjadi proyek BioCNG ketiga Tolan Tiga Indonesia di Indonesia, setelah fasilitas di Pabrik Perlabian, Labuhanbatu Selatan, Sumatra Utara yang telah beroperasi sejak Desember 2025, dan Pabrik Agro Muara Rupit di Musi Rawas, Sumatra Selatan yang groundbreaking pada 5 Oktober 2026. Bagi KIS Group, proyek ini merupakan proyek BioCNG ketujuh secara global.

1. Investasi Capai Rp73 Miliar

Presiden Direktur untuk operasional SIPEF Group di Indonesia, termasuk PT Tolan Tiga Indonesia, Peter Bayliss (IDN Times/Indah Permata Sari)

Presiden Direktur untuk operasional SIPEF Group di Indonesia, termasuk PT Tolan Tiga Indonesia, Peter Bayliss mengungkapkan total investasi untuk tiga fasilitas BioCNG tersebut mencapai 4,5 juta dolar AS atau sekitar Rp73 miliar.

"Untuk satu pabrik membutuhkan dana 1,5 juta dolar AS. Jadi untuk tiga pabrik totalnya 4,5 juta dolar AS," ujar Peter Bayliss.

Proyek ini bertujuan mengolah metana yang ditangkap dari limbah cair pabrik kelapa sawit atau Palm Oil Mill Effluent (POME) menjadi BioCNG, yaitu alternatif gas alam konvensional yang bersumber dari energi terbarukan.

2. Dukung Dekarbonisasi Industri

Groundbreaking ceremony biogas and BioCNG development (IDN Times/Indah Permata Sari)

Managing Director SIPEF, Petra Meekers, menjelaskan inisiatif ini mencerminkan upaya berkelanjutan SIPEF untuk meningkatkan efisiensi pemanfaatan sumber daya dan mengintegrasikan solusi energi terbarukan ke dalam kegiatan operasional kelapa sawit.

BioCNG yang dihasilkan dari fasilitas ini nantinya akan dipasok kepada Unilever Oleochemical Indonesia atau UOI untuk mendukung dekarbonisasi kegiatan industri melalui pemanfaatan energi terbarukan.

Peter Bayliss menambahkan, proyek ini melanjutkan kemitraan jangka panjang dengan KIS Group yang dimulai sejak 2013 melalui inisiatif biogas dan penangkapan metana.

"Selama bertahun-tahun, kolaborasi tersebut berkembang hingga mencakup pemanfaatan metana yang telah ditangkap untuk diolah menjadi energi terbarukan bagi kebutuhan industri," ujarnya.

Sementara itu, CEO KIS Group, K R Raghunath, menyebut kolaborasi ini menjadi tonggak penting dalam komitmen KIS Group untuk mengembangkan solusi energi terbarukan yang layak secara komersial di Indonesia melalui pengolahan limbah organik menjadi energi rendah karbon yang bernilai guna.

Fasilitas BioCNG di Pabrik Bukit Maradja dirancang dengan kapasitas pengolahan biogas 17.879 normal meter kubik (Nm3) per hari. Biogas tersebut dimurnikan menggunakan teknologi BioCNG untuk meningkatkan konsentrasi metana di atas 96 persen serta mengurangi kandungan hidrogen sulfida (H2S) dan karbon dioksida (CO2), kemudian dimampatkan menjadi BioCNG.

BioCNG akan didistribusikan menggunakan truk sejauh 30 kilometer menuju pengguna akhir, yakni Unilever Oleochemical Indonesia. Kapasitas produksinya mencapai 99.997 MMBTU per tahun dengan target beroperasi pada triwulan III 2027.

Jika ditotal dengan dua proyek lainnya di Perlabian (113.750 MMBTU/tahun) dan Agro Muara Rupit (157.500 MMBTU/tahun), total kontribusi pengurangan emisi dari tiga fasilitas tersebut mencapai sekitar 188.000 ton CO2e per tahun.

Rinciannya yakni, Bukit Maradja: 49.199 ton CO2e/tahun, Perlabian: Sekitar 58.000 ton CO2/tahun dan Agro Muara Rupit: Sekitar 80.000 ton CO2/tahun.

3. Kontribusi terhadap Target Emisi 2030

Groundbreaking ceremony biogas and BioCNG development (IDN Times/Indah Permata Sari)

Pengembangan BioCNG sejalan dengan target SIPEF Group untuk mengurangi emisi hingga 2030 dibandingkan tahun dasar 2024, yaitu sebesar 42 persen untuk emisi Energy and Industry (E&I) serta 30,3 persen untuk emisi Forest, Land and Agriculture (FLAG).

Selain pengembangan BioCNG, Tolan Tiga Indonesia juga terus memperluas fasilitas penangkapan metana di pabrik kelapa sawitnya, dengan target tujuh pabrik memiliki fasilitas penangkapan metana pada akhir 2026.

Direktur Unilever Oleochemical Indonesia (UOI), Yashar Davoodi, mengatakan dengan Unilever Oleochemical Indonesia sebagai calon pembeli BioCNG, proyek ini akan berkontribusi terhadap pengembangan pasar gas terbarukan di Indonesia serta mendukung peralihan menuju pasokan energi industri yang lebih berkelanjutan.

Curated For You

Editorial Team

Related Article