Groundbreaking ceremony biogas and BioCNG development (IDN Times/Indah Permata Sari)
Managing Director SIPEF, Petra Meekers, menjelaskan inisiatif ini mencerminkan upaya berkelanjutan SIPEF untuk meningkatkan efisiensi pemanfaatan sumber daya dan mengintegrasikan solusi energi terbarukan ke dalam kegiatan operasional kelapa sawit.
BioCNG yang dihasilkan dari fasilitas ini nantinya akan dipasok kepada Unilever Oleochemical Indonesia atau UOI untuk mendukung dekarbonisasi kegiatan industri melalui pemanfaatan energi terbarukan.
Peter Bayliss menambahkan, proyek ini melanjutkan kemitraan jangka panjang dengan KIS Group yang dimulai sejak 2013 melalui inisiatif biogas dan penangkapan metana.
"Selama bertahun-tahun, kolaborasi tersebut berkembang hingga mencakup pemanfaatan metana yang telah ditangkap untuk diolah menjadi energi terbarukan bagi kebutuhan industri," ujarnya.
Sementara itu, CEO KIS Group, K R Raghunath, menyebut kolaborasi ini menjadi tonggak penting dalam komitmen KIS Group untuk mengembangkan solusi energi terbarukan yang layak secara komersial di Indonesia melalui pengolahan limbah organik menjadi energi rendah karbon yang bernilai guna.
Fasilitas BioCNG di Pabrik Bukit Maradja dirancang dengan kapasitas pengolahan biogas 17.879 normal meter kubik (Nm3) per hari. Biogas tersebut dimurnikan menggunakan teknologi BioCNG untuk meningkatkan konsentrasi metana di atas 96 persen serta mengurangi kandungan hidrogen sulfida (H2S) dan karbon dioksida (CO2), kemudian dimampatkan menjadi BioCNG.
BioCNG akan didistribusikan menggunakan truk sejauh 30 kilometer menuju pengguna akhir, yakni Unilever Oleochemical Indonesia. Kapasitas produksinya mencapai 99.997 MMBTU per tahun dengan target beroperasi pada triwulan III 2027.
Jika ditotal dengan dua proyek lainnya di Perlabian (113.750 MMBTU/tahun) dan Agro Muara Rupit (157.500 MMBTU/tahun), total kontribusi pengurangan emisi dari tiga fasilitas tersebut mencapai sekitar 188.000 ton CO2e per tahun.
Rinciannya yakni, Bukit Maradja: 49.199 ton CO2e/tahun, Perlabian: Sekitar 58.000 ton CO2/tahun dan Agro Muara Rupit: Sekitar 80.000 ton CO2/tahun.