Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Suasana penukaran tiket PSMS vs Persija di Citraland Tanjungmorawa, Deli Serdang, Selasa (3/11/2026) (IDN Times/Doni Hermawan)
  • Ribuan suporter menukarkan tiket online PSMS Medan vs Persija Jakarta menjadi gelang di Citraland Tanjung Morawa; hingga pukul 11.30 WIB, sekitar 6.000–7.000 tiket telah diredeem.
  • Manajemen PSMS memusatkan penukaran di luar stadion untuk mencegah penumpukan menjelang laga, setelah pengalaman antrean verifikasi yang pernah memicu kericuhan dan pintu masuk jebol.
  • Sebagian suporter mengeluhkan penukaran gelang karena dinilai menambah tahapan meski tiket online dan gelang sama-sama dipindai; pembeli juga perlu meluangkan waktu, meski penukaran dapat diwakilkan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Deli Serdang, IDN Times – Antusiasme suporter menyambut pertandingan PSMS Medan kontra Persija Jakarta terlihat dari ramainya lokasi penukaran tiket di Kompleks Perumahan Citraland Tanjung Morawa, Jalan Arteri Kualanamu, Kabupaten Deli Serdang, Selasa (3/11/2026).

Sejak pagi, para penonton berdatangan untuk menukarkan tiket yang dibeli secara online melalui PSMS ID menjadi gelang sesuai kategori masing-masing. Meski ramai, proses penukaran terpantau berjalan cukup tertib. Tidak terlihat antrean panjang maupun penumpukan di setiap gate.

1. Alasan pemilihan Citraland

Suasana penukaran tiket PSMS vs Persija di Citraland Tanjungmorawa, Deli Serdang, Selasa (3/11/2026) (IDN Times/Doni Hermawan)

Sejumlah petugas disiagakan untuk mengarahkan penonton ke lokasi penukaran sesuai kategori tiket. Presiden PSMS Medan, Fendi Jonathan, bersama jajaran manajemen klub juga terlihat memantau langsung aktivitas tersebut.

Fendi menyebutkan, jumlah tiket yang berhasil ditukarkan sudah mencapai ribuan. Fendi menjelaskan, pemilihan Citraland Tanjung Morawa sebagai lokasi penukaran tiket bertujuan mengantisipasi penumpukan penonton di sekitar stadion.

Menurutnya, jika penukaran dilakukan langsung di kawasan stadion, banyak penonton berpotensi datang secara bersamaan mendekati waktu pertandingan. Kondisi tersebut dikhawatirkan memicu antrean panjang dan mengganggu proses masuk ke stadion.

Ia mengaku pernah menyaksikan situasi kurang kondusif saat penonton harus mengantre untuk menjalani verifikasi tiket di gate pertandingan PSMS. Antrean yang tidak terkendali bahkan pernah berujung pada kericuhan hingga pintu masuk stadion jebol.

"Saya menyarankan kenapa kita memilih tempat ini. Kalau kita lakukan di wilayah stadion, logikanya penonton akan datang mendekati waktu pertandingan dan akhirnya terjadi penumpukan. Bisa keos karena saya merasakan sendiri dan pernah melihat di gate pertandingan PSMS," jelasnya.

2. Fendi ungkap alasan penukaran tiket dipusatkan di Citraland

Presiden klub PSMS Fendi Jonathan (IDN Times/Doni Hermawan)

Karena itu, manajemen memilih memindahkan proses penukaran ke luar stadion agar penonton sudah mengantongi gelang sebelum menuju lokasi pertandingan. Dengan demikian, pemeriksaan di area stadion diharapkan dapat berlangsung lebih teratur.

"Orang mengantre untuk verifikasi saja, di belakangnya sudah ribut. Akhirnya semua marah, steward-nya tidak ada yang berani, sampai akhirnya tembus dan jebol. Kita tidak mau hal itu terjadi lagi," ungkap Fendi.

Fendi juga memastikan penukaran tiket bisa diwakilkan. Artinya, pembeli tidak harus datang sendiri ke Citraland selama ada orang lain yang membantu melakukan penukaran.

3.Suporter Keluhkan Mekanisme Penukaran Gelang

Presiden Klub PSMS Fendi Jonathan dan Pelatih Eko Purdianto (IDN Times/Doni Hermawan)

Meski proses penukaran berlangsung tertib, kebijakan mengubah tiket online menjadi gelang tetap menuai keluhan dari sebagian suporter. Salah satunya disampaikan Qori, penonton yang datang dari kawasan Medan Amplas untuk menukarkan enam tiket kategori 1 Tribun Timur. Ia menilai mekanisme tersebut justru menambah tahapan bagi penonton yang sebelumnya sudah membeli tiket secara online.

Menurutnya, bukti pembelian melalui PSMS ID semestinya bisa langsung digunakan saat memasuki stadion. Terlebih, gelang yang diperoleh dari lokasi penukaran nantinya tetap harus dipindai ketika penonton masuk.

"Menurut saya, kalau dari online ke gelang seperti bikin ribet saja. Dari online sudah jelas melalui PSMS ID, kemudian harus ditukar lagi dengan gelang. Itu seperti buang-buang waktu. Lebih baik dari PSMS ID bisa langsung di-scan karena gelang ini ujung-ujungnya juga di-scan nanti di stadion," ujar Qori.

Ia mengaku harus meluangkan waktu dan meminta izin dari tempat kerja untuk datang ke Citraland. Baginya, persoalan bukan terletak pada penukaran tiket, melainkan proses yang dianggap membuat penonton harus melakukan pekerjaan dua kali.

Editorial Team

Related Article