Potret seorang anak ikut membersihkan masjid pasca diterjang banjir, Desa Sekumur, Kecamatan Sekerak, Kabupaten Aceh Tamiang, Kamis (11/12/2025). (IDN Times/Prayugo Utomo)
Kepala BPBD Sumut Tuahta Ramajaya Saragih mengatakan Sumut menghadapi 14 jenis kejadian bencana. Berdasarkan data periode 1 Januari hingga 4 September 2026, cuaca ekstrem menjadi kejadian yang paling banyak tercatat.
Sepanjang periode tersebut terdapat 127 kejadian cuaca ekstrem. Setelah itu, tercatat 86 kejadian tanah longsor, 73 kejadian banjir, dan 47 kejadian kebakaran hutan.
"Program mitigasi adalah bagaimana cara kita untuk memenage persiapan sebelum terjadinya bencana. BPBD memiliki tiga tahap pekerjaan yakni persiapan, tanggap darurat dan pasca bencana," ujarnya.
Tuahta mengatakan upaya sebelum bencana dilakukan melalui Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) kepada pelajar dan masyarakat. BPBD juga menyiapkan sejumlah dokumen sebagai pedoman menghadapi potensi bencana.
"Kami menyusun Kajian Risiko Bencana (KRB), Rencana Penanggulangan Bencana (RPB), serta Rencana Kontinjensi (Renkon). Renkon karhutla dan gempa bumi sudah berjalan, dan saat ini kami sedang menyiapkan Renkon untuk bencana banjir," kata Tuahta.
Untuk memperluas edukasi, BPBD Sumut juga membuka ruang bagi organisasi maupun kelompok masyarakat yang ingin belajar mengenai evakuasi dan kesiapsiagaan bencana di kantor BPBD Sumut.