Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Stasiun Kereta Api Delitua, Saksi Bisu Kejayaan Deli Spoorweg Maatschappij
Stasiun Kereta Api Delitua, Deli Serdang, Sumut (IDN Times/Indah Permata Sari)
  • Stasiun Delitua dibangun tahun 1898 sebagai bagian jaringan Deli Spoorweg Maatschappij untuk mengangkut hasil perkebunan seperti tembakau, karet, dan kelapa sawit dari wilayah Deli ke Pelabuhan Belawan.
  • Sejak awal 2000-an stasiun ini berhenti beroperasi, dan Pemkab Deli Serdang berencana menjadikannya Ruang Terbuka Hijau guna melindungi aset sejarah serta mencegah penggarapan liar.
  • Hanya sedikit bangunan peninggalan DSM yang tersisa; pengaktifan kembali jalur kereta dinilai bisa kurangi kemacetan Medan sekaligus menjaga memori kejayaan transportasi masa kolonial.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
25 Desember 1886

Deli Spoorweg Maatschappij (DSM) didirikan di Medan sebagai perusahaan kereta api swasta pertama di Hindia Belanda.

1870

Pembangunan Pelabuhan Belawan dimulai untuk mendukung pengangkutan hasil perkebunan dari wilayah Deli.

1890

Pelabuhan Belawan diresmikan dan mulai beroperasi sebagai pelabuhan utama ekspor hasil perkebunan Sumatra Timur.

1898

Stasiun Kereta Api Delitua dibangun bersamaan dengan meningkatnya produksi tembakau Deli. Jalur DSM diperpanjang hingga Delitua, Namurambe, dan Binjai.

1942

Perusahaan perkebunan Deli Maatschappij yang menjadi pengguna utama jalur DSM berhenti beroperasi setelah masa kejayaannya hingga tahun ini.

awal 2000-an

Stasiun Delitua resmi ditutup. Layanan barang dan penumpang dihentikan, dan asetnya dinyatakan tidak aktif oleh PT KAI Divre I Sumatera Utara.

2024

Data Bappeda Sumut mencatat kemacetan Medan–Secanggang–Binjai menyebabkan kerugian ekonomi besar. Revitalisasi jalur DSM dianggap solusi transportasi massal yang efisien.

kini

Pemkab Deli Serdang merencanakan menjadikan area Stasiun Delitua sebagai Ruang Terbuka Hijau untuk melindungi aset sejarah sekaligus mencegah okupasi liar.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Stasiun Kereta Api Delitua, peninggalan kolonial tahun 1898 yang dahulu menjadi jalur utama pengangkutan tembakau Deli, kini tidak aktif dan direncanakan akan dijadikan Ruang Terbuka Hijau oleh Pemkab Deli Serdang.
  • Who?
    Pemerintah Kabupaten Deli Serdang, PT KAI Divre I Sumatera Utara, serta pengamat sejarah Eron Damanik yang menyoroti pentingnya pelestarian aset bersejarah tersebut.
  • Where?
    Stasiun Delitua terletak di pinggir Jalan Stasiun Medan–Deli Tua, Kabupaten Deli Serdang, Sumatra Utara.
  • When?
    Dibangun pada tahun 1898, berhenti beroperasi sejak awal 2000-an, dan rencana penataan menjadi RTH berlangsung pada tahun 2024.
  • Why?
    Pemkab Deli Serdang berupaya mencegah penggarapan liar di area stasiun sekaligus menjaga nilai sejarah bangunan peninggalan Deli Spoorweg Maatschappij.
  • How?
    Areal stasiun yang kini tidak aktif akan dialihfungsikan menjadi Ruang Terbuka Hijau sambil tetap mempertahankan struktur bangunan lama sebagai bagian dari upaya pelestarian sejarah transportasi di Medan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Dulu ada stasiun kereta namanya Delitua di Medan. Stasiun itu dibangun lama sekali buat angkut tembakau, karet, dan sawit ke pelabuhan. Sekarang stasiunnya sudah tidak dipakai lagi dan sepi. Pemerintah mau bikin tempat itu jadi taman hijau supaya tidak rusak dan bisa dijaga sejarahnya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Rencana Pemkab Deli Serdang mengubah area Stasiun Delitua menjadi ruang terbuka hijau menunjukkan kepedulian terhadap pelestarian aset sejarah sekaligus penataan lingkungan. Langkah ini tidak hanya mencegah penggarapan liar, tetapi juga membuka peluang bagi pemanfaatan kembali stasiun bersejarah itu di masa depan tanpa menghapus nilai warisannya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Medan, IDN TimesStasiun Kereta Api Delitua berdiri senyap di pinggir Jalan Stasiun Medan-Deli Tua. Bangunan peninggalan kolonial 1898 ini dulunya pernah menjadi urat nadi pengangkut tembakau Deli yang mengguncang pasar dunia. Kini, relnya sunyi, arealnya nyaris hilang ditelan pemukiman.

Pengamat sejarah Eron Damanik menyebut Stasiun Delitua adalah bagian integral dari ekspansi Deli Spoorweg Maatschappij (DSM). Perusahaan kereta api swasta pertama di Hindia Belanda itu berdiri di Medan sejak 25 Desember 1886.

1. Dibangun pada tahun 1898 untuk angkut tembakau Deli

Stasiun Kereta Api Delitua, Deli Serdang, Sumut (IDN Times/Indah Permata Sari)

Stasiun Delitua dibangun 1898 berbarengan dengan membludaknya komoditas tembakau Deli. Dari Stasiun Medan, rel DSM memanjang melewati Jalan Brigjen Katamso hingga Delitua, Namurambe, dan terus ke Binjai.

“Perkebunan yang sampai ke Delitua adalah Deli Maatschappij. Perusahaan perkebunan terluas dan terbesar di Sumatra Timur hingga 1942 yang didirikan Jacobus Nienhuys pada 1869,” kata Eron Damanik.

Pembangunan rel dan stasiun ini diprakarsai J.T. Cremer. Ia menjabat Direktur Utama Deli Maatschappij sekaligus tokoh yang mendorong industrialisasi perkebunan di Sumatra Timur.

Pada masa jayanya, kereta api DSM melayani angkut hasil perkebunan. Tembakau, karet, dan kelapa sawit diangkut dari Delitua ke Stasiun Besar Medan, lalu diteruskan ke Pelabuhan Belawan yang pembangunannya dimulai sejak 1870 dan diresmikan 1890.

DSM pernah menjadi perusahaan kereta api swasta tersibuk di Asia Tenggara. Jalurnya menghubungkan Medan-Belawan, Medan-Deli Tua-Namurambe-Binjai, sampai ke Pangkalan Susu dan Rantau Prapat.

2. Tutup awal 2000-an, kini akan menjadi RTH dalam rencana Pemkab Deli Serdang

Stasiun Kereta Api Delitua, Deli Serdang, Sumut (IDN Times/Indah Permata Sari)

Nasib Stasiun Delitua berubah sejak awal 2000-an. Layanan barang dan penumpang dihentikan. Aset yang masuk wilayah Divre I Sumatera Utara PT KAI itu kini tidak aktif.

Saat ini Pemkab Deli Serdang berupaya mengubah areal stasiun menjadi Ruang Terbuka Hijau (RTH). Langkah ini dinilai untuk mencegah serbuan penggarap liar.

“Upaya Pemkab membuatnya menjadi ruang terbuka hijau patut disambut. Satu sisi untuk menghindari area itu dari serbuan penggarap. Kalau jadi RTH, masih potensial menjadi stasiun jika diaktifkan kembali kelak,” ujarnya.

Eron berharap jalur kereta api di sekitar Medan seperti Delitua-Bangun Purba-Selesai-Kuala-Pancur Batu bisa diaktifkan kembali. Revitalisasi jalur ini dinilai bisa mengurangi kemacetan Medan dan memberi opsi moda transportasi massal.

Dia juga mengingatkan pentingnya melindungi aset rel yang sudah diduduki masyarakat. “Baja-baja rel itu harus dilindungi supaya tidak ‘pindah ke birit’. Lokasinya ya menjadi bagian Pasar Deli Tua sekarang. Kalau tidak dijaga, jejak sejarah kita hilang,” tegasnya.

3. Jejak DSM yang tersisa

Stasiun Kereta Api Delitua, Deli Serdang, Sumut (IDN Times/Indah Permata Sari)

Kini hanya beberapa bangunan stasiun DSM yang tersisa. Stasiun Medan jadi Landmark, Stasiun Belawan jadi museum, dan Stasiun Delitua jadi bangunan tua yang pelan-pelan termakan waktu.

Aktifnya kembali jalur DSM bukan sekadar nostalgia. Data Bappeda Sumut 2024 mencatat kemacetan Medan-Secanggang-Binjai merugikan Rp 1,2 triliun per tahun. Kereta api komuter bisa jadi solusi transportasi massal yang lebih efisien.

Apapun rencana Pemkab terhadap area stasiun yang tidak aktif, Eron menilai itu patut diapresiasi selama aset sejarahnya tetap dijaga. “Menjaga stasiun Delitua sama dengan menjaga memori kejayaan Deli tempo dulu,” tutupnya.

Editorial Team

Related Article