Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia atau GAMKI Kota Medan melakukan audiensi ke Wali Kota Medan, Rico Waas (Dok. Diskominfo Medan)
Elfenda menilai ini terkait pergantian pimpinan Pemko Medan menjadi salah satu penyebab besarnya SiLPA. Penganggaran dilakukan wali kota sebelumnya lalu dijalankan oleh wali kota yang baru sehingga menjadi pemicu SiLPA.
"Ini proses pergantian pimpinan, jadi ada yang kerjanya lambat," ujarnya.
Catatat IDN Times, Bobby Nasution dilantik sebagai Wali Kota Medan pada 20 Februari 2021. Pada tahun pertamanya menjabat, SiLPA Pemko Medan 2021 mencapai angka Rp1,14 Triliuan. Lalu pada tahun kedua, SiLPA Kota Medan ditekan hingga Rp548 Miliar. Padahal dalam pidatonya Januari 2022 ia sudah menekankan pada semua OPD agar jangan ada Silpa pada tahun 2022, namun SiLPA tetap besar.
Pada tahun ketiga baru ia bisa menekan SiLPA tahun 2023 hingga angka Rp68 M lalu naik lagi menjadi Rp105 M pada tahun 2024.
Sedangkan Rico Waas dilantik pada 20 Februari 2025, SiLPA yang muncul pada tahun pertamanya mencabat hanya Rp 592 miliar, hampir 50 persen dari SiLPA yang terjadi pada tahun pertama kepemimpinan Bobby Nasution sebagai Wali Kota Medan.
Lantas apa masukan dari pengamat untuk tahun 2026 ini?