Sejarawan Akui Keris Berasal dari Sumatra, Populer di Jawa

Medan, IDN Times- Kehadiran pameran senjata di Museum Negeri Sumatra Utara memberikan kesan tersendiri bagi Ichwan Azhari, seorang sejarawan, pengajar dan ahli filologi Indonesia.
Ichwan mengatakan pameran yang berlangsung selama satu bulan ini merupakan ajang untuk menampilkan ratusan koleksi aneka senjata tradisonal perwakilan delapan provinsi di Sumatra Utara (Sumut).
"Ini bagus ya untuk memperlihatkan senjata dari berbagai provinsi di Sumut. Bisa mengenalkan. Tapi perlu juga untuk membanding, di sini belum nampak untuk upaya pembanding," katanya kepada IDN Times, Rabu (5/10/2022).
1. Unsur edukatif perlu ditumbuhkan

Ichwan menuturkan unsur edukatif perlu ditumbuhkan dalam membuat pameran. Misalnya, dengan menyajikan informasi persamaan dan perbedaan keris Melayu Sumut, Palembang dan Riau.
"Ini dilakukan delapan provinsi, ini ada senjata Nias yang gak ada di tempat lain. Idealnya disandingkan dengan Mentawai," ucapnya.
"Kemudian dari segi pengamanan pameran, ini kan riskan kalau pengunjung ramai. Petugasnya kurang banyak," sambungnya.
2. Keris berasal dari Sumatra namun populer di Jawa

Menurut Ichwan, kehadiran pameran ini akan memberikan inspirasi bagi anak muda, bahwa sebenarnya sejak zaman dulu masyarakat Indonesia mempunyai teknologi di bidang senjata yang sangat hebat.
"Dengan adanya senjata ini, kita bisa mengoreksi pendapat yang mengatakan bahwa tahun 1945 itu kita seakan-akan hanya menggunakan bambu runcing, sangat primitif, belum memiliki senjata," ujarnya.
Pameran ini juga menunjukan bahwa, keris berasal dari Sumatra namun populer di Jawa. Bahkan dalam litelatur disebut keris di Indonesia berasal dari Sumatra.
"Kita hampir di setiap provinsi ada keris. Ini teknologi dan metalurgi bagaimana bisa diubah. Dan ini ada sarung yang berbeda. Ada unsur-unsur persenjataan," ungkap Ichwan.
3. Keris milik Indonesia merupakan warisan dunia yang diakui UNESCO

Ichwan juga menyebutkan bahwa keris milik Indonesia merupakan warisan dunia yang diakui UNESCO sejak 2005.
"Hal itu harus dinampakkan untuk anak muda. Sebaiknya, pameran yang akan datang bisa dibuat lagi unsur-unsur dalam senjata. Jadi anak muda tahu nenek moyang dulu punya senjata," katanya.
Selain itu, senjata di zaman dulu tidak hanya alat di zaman perang. Tapi sebagai simbol wibawa dan status sosial. Sewaktu menikah, masyarakat juga menggunakan keris sebagai simbol status dan kebudayaan.
"Mudah-mudahan ada teks yang mengajarkan itu. Yang kuat itu bukan senjatanya, tapi spirit di dalam itu," jelas Ichwan.



















