Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Remaja yang Hanyut di Sungai Payajambu Ditemukan Tewas
Ilustrasi Tim SAR Gabungan saat melakukan operasi pencarian korban hanyut di aliran sungai. (IDN Times/Dok. Basarnas Medan)
  • Andika Pratama (17) ditemukan meninggal dunia pada Selasa dini hari setelah terseret arus Sungai Payajambu di Langkat sejak Minggu, saat berenang bersama tiga temannya.
  • Jasad korban ditemukan mengambang di tepian sungai sekitar pukul 01.50 WIB, berjarak sekitar 3 kilometer dari lokasi awal ia dilaporkan hilang.
  • Tim SAR Gabungan mengerahkan pencarian air dan darat dengan perahu karet, Aqua Eye, serta drone thermal; operasi ditutup setelah jenazah diserahkan kepada keluarga.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Langkat, IDN Times – Operasi pencarian remaja laki-laki yang terseret arus di Sungai Payajambu, Desa Pekan Selesai, Kecamatan Selesai, Kabupaten Langkat, berakhir duka. Korban bernama Andika Pratama (17) ditemukan meninggal dunia pada hari ketiga pencarian, Selasa (27/10/2026) dini hari.

Jasad warga Dusun Batu Gajah itu ditemukan mengambang di tepian sungai sekitar pukul 01.50 WIB. Titik penemuan berjarak kurang lebih 3 kilometer ke arah hilir dari lokasi awal korban dilaporkan hilang.

1. Peristiwa terjadi Minggu (25/10/2026)

Ilustrasi tenggelam (IDN Times/Agung Sedana)

Usai dievakuasi oleh Tim SAR Gabungan, jenazah korban langsung diserahkan kepada pihak keluarga untuk disemayamkan.

Peristiwa nahas itu bermula pada Minggu (25/10/2026) sekitar pukul 09.00 WIB. Korban bersama tiga orang temannya tengah mandi di aliran Sungai Payajambu.

Petaka datang saat Andika hendak menyeberangi sungai. Di tengah perlintasan, tenaganya mendadak habis. Korban mengalami kelelahan fisik hingga tubuhnya langsung terseret derasnya arus air.

2. Turunkan tim gabungan

Ilustrasi tenggelam (IDN Times/Agung Sedana)

Melihat korban dalam bahaya, rekan-rekannya sempat berenang mendekat dan berupaya memberikan pertolongan. Nahas, pegangan tangan mereka terlepas. Tubuh korban kembali terseret dan hilang tenggelam di aliran sungai.

Setelah pencarian mandiri oleh warga tak membuahkan hasil, laporan diteruskan ke Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan. Sebanyak enam personel tim penyelamat (rescue) langsung dikerahkan ke lokasi kejadian bersama BPBD Langkat dan aparat Polsek Selesai.

Dalam operasi pencarian, tim membagi kekuatan menjadi dua unit (Search and Rescue Unit/SRU). Tim pertama menyisir permukaan air sejauh 1 kilometer menggunakan perahu karet (LCR) dan alat pendeteksi bawah air Aqua Eye, didukung pantauan udara dengan drone thermal. Sementara tim kedua menyusuri bantaran sungai lewat jalur darat.

3. Korban ditemukan Selasa dini hari

ilustrasi tenggelam (pexels.com/Senanur Ceylan)

Penyisiran tanpa henti itu akhirnya membuahkan hasil pada Selasa dini hari saat tim melihat sosok tubuh mengambang di pinggiran sungai.

“Tim SAR Gabungan telah melaksanakan upaya pencarian secara terkoordinasi sejak laporan kejadian diterima. Pencarian dilakukan melalui penyisiran di permukaan air dan sepanjang tepian sungai, serta didukung penggunaan peralatan SAR untuk membantu proses pencarian hingga korban berhasil ditemukan,” terang Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan Hery Marantika, dalam keterangan tertulis, Rabu (28/10/2026).

Dengan ditemukannya korban, operasi pencarian resmi ditutup dan seluruh personel dikembalikan ke satuan masing-masing. Hery pun mengingatkan masyarakat untuk selalu berhati-hati saat bermain air di aliran sungai.

“Kami mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di sungai, terutama ketika hendak menyeberang. Pastikan kondisi arus dan kedalaman sungai aman, jangan memaksakan diri apabila mengalami kelelahan, dan segera minta bantuan apabila menghadapi situasi yang membahayakan keselamatan jiwa,” pungkasnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article