Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Puluhan Warga Geruduk Dapur MBG di Medan Kota

Puluhan Warga Geruduk Dapur MBG di Medan Kota
Puluhan warga Medan Kota geruduk dapur MBG Jalan Turi (IDN Times/Eko Agus Herianto)
Intinya Sih
  • Puluhan warga Jalan Turi, Medan Kota, mendatangi Dapur MBG untuk memprotes proses penerimaan kerja yang dianggap tidak adil karena banyak pekerja berasal dari luar daerah mereka.
  • Dari 26 warga setempat yang melamar, hanya 3 orang diterima bekerja, sementara sebagian besar pelamar luar justru lolos seleksi meski warga lokal sudah mengikuti wawancara resmi.
  • Warga menilai adanya ketimpangan dan dugaan titip-menitip dalam rekrutmen, sehingga menuntut agar 23 pelamar dari Jalan Turi yang belum diterima bisa diberi kesempatan bekerja di Dapur MBG.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Medan, IDN Times - Puluhan masyarakat Jalan Turi, Kelurahan Sudirejo 1, Kecamatan Medan Kota, berbondong-bondong menggeruduk Dapur MBG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi), Kamis (26/3/2026) siang. Kedatangan mereka disertai amarah atas tidak diterimanya bekerja di tempat tersebut.

Mereka datang menyampaikan aspirasinya kepada pengurus SPPG. Puluhan warga itu kecewa dan merasa bahwa penerimaan pekerja di Dapur MBG tersebut kebanyakan mengambil masyarakat luar.

1. Warga berbodong-bondong geruduk dapur MBG Jalan Turi Kelurahan Sudirejo I, protes karena tak diterima kerja

IMG_20260326_125523.jpg
Pelamar yang tak diterima kerja, Efita Simangunsong (IDN Times/Eko Agus Herianto)

Efita Simangunsong adalah salah satu dari massa yang protes. Ia juga pada bulan Februari lalu telah melayangkan surat lamaran di Dapur MBG yang terletak di pinggir Jalan Turi, Sudirejo I.

"Pertama kali dengar SPPG dibuka di sini, kami sangat gembira, kami sangat senang sekali. Menggunting cabai saja kami mau, kupas bawang aja kami mau. Wajar dong kami senang. Ngapain kami jauh-jauh pergi kerja?," kata Efita kepada IDN Times, Kamis (26/3/2026) siang.

Ia dan puluhan masyarakat merasa hadirnya dapur MBG ini menjadi harapan baru. Mereka segera melayangkan berkas lamaran langsung. Warga Jalan Turi yang mendaftar disebutnya berjumlah 26 orang.

"Kami protes karena awalnya begini, kami tidak tahu bahkan kami tidak terima. Katanya ada yang sudah dihubungi melalui WhatsApp, ada yang enggak. Ternyata yang dihubungi ini kebanyakannya orang luar. Orang kami, warga Jalan Turi, dari 26 orang yang mendaftar cuma 3 yang diterima," lanjutnya.

2. Efita: dari 26 warga Jalan Turi yang mendaftar, hanya 3 yang diterima

IMG_20260326_125457.jpg
Puluhan warga Medan Kota geruduk dapur MBG Jalan Turi (IDN Times/Eko Agus Herianto)

Saat masa interview, Efita merasa harapan untuk diterima bekerja kembali terbit. Mereka ditanyai soal bagaimana jika seandainya bekerja menjadi pencuci ompreng, keamanan, dan lain-lain.

"Kami datang dipanggil interview. Bukan melalui WhatsApp, tapi warga sini juga. Kami disuruh pakai baju hitam putih. Tapi yang pakai baju putih hitam putih ini atau orang-orang setempat sini, kok belum dipanggil-panggil? Yang dipanggil ke dalam yang sudah di-WhatsApp dulu. Ya, kami bingung, ini apa maksudnya? Setelah selesai. Mungkin orang ini (pihak SPPG) takut ribut, disuruhlah kami masuk, ditanyai apa saja," jelas Efita.

Perempuan paruh baya ini mulanya merasa senang karena dipanggil interview. Namun berjalannya waktu disebut Efita, setelah mereka tunggu-tunggu, ternyata tidak diterima.

"Sudah pasti masuk yang di grup WhatsApp. Kami 23 dari 26 warga sini enggak diterima sama sekali. Jadi, aksi kami ini sebenarnya spontan datang ke sini. Karena kami lihat, kok, kami enggak ada (diterima kerja) gitu. Cuma, ya, kami tidak buat anarkis. Hanya cuma ngasih aspirasi. Karena kami juga bukan warga jauh, loh," bebernya.

3. Warga cemburu karena pekerja dapur MBG yang diterima banyak dari luar

IMG_20260326_125604.jpg
SPPG di Jalan Turi Kota Medan (IDN Times/Eko Agus Herianto)

Hal senada juga disampaikan Wiwi Sihotang, pelamar yang pada Februari 2026 lalu melempar berkas lamaran bekerja di SPPG Jalan Turi. Ia merasa kecewa karena puluhan warga yang bermukim di dekat SPPG justru tidak diterima.

"Bahkan kami sudah duluan melamar. Katanya 47 pekerja yang diterima, kalau masyarakat sini kemarin yang melamar 26. Tapi cuma 3 yang diterima. Mungkin ini ada titip-titipan, ada orang-orang dalam," duganya.

Sepengetahuan Wiwi, masyarakat luar yang diterima bekerja di dapur MBG ini di antaranya warga yang tinggal di Jalan Puri, Jalan Amaliun, Jalan Air Bersih, warga Menteng, bahkan warga di Jalan Ayahanda. Hal inilah yang diduga memicu kecemburuan bagi puluhan masyarakat Jalan Turi Kelurahan Sudirejo yang sudah melempar berkas lamaran pekerjaan.

"Harapan kami 23 dari 26 warga Jalan Turi harus diterima. Itu saja harapan kami, dan kami juga siap pakai. Mau di mana kami ditempatkan, kami siap pakai," pungkasnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Doni Hermawan
EditorDoni Hermawan
Follow Us

Latest News Sumatera Utara

See More