Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Pria di Medan Bunuh Korbannya Pakai Obeng, Ditangkap saat Kerja di Aceh
Pelaku pembunuhan di Medan Tembung (IDN Times/Eko Agus Herianto)
  • Zulham Efendi, warga Medan Tembung, membunuh saudaranya sendiri bernama Isak karena dendam lama akibat tuduhan pencurian hasil tanaman.
  • Pelaku menusuk korban dengan obeng yang telah dimodifikasi hingga menembus jantung, menyebabkan korban meninggal di tempat kejadian.
  • Setelah kejadian, Zulham kabur ke Aceh dan menyamar sebagai penjemur kopi sebelum akhirnya ditangkap polisi di Bener Meriah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Medan, IDN Times - Masih dalam suasana lebaran, namun seorang pria di Medan Tembung bernama Zulham Efendi (35 tahun) nekat membunuh saudaranya sendiri karena dendam. Senin (6/4/2026) ia diboyong Polsek Medan Tembung usai lebih dari seminggu kabur ke luar provinsi.

Di sana, tersangka Zulham menyamar sebagai seorang penjemur kopi. Bahkan untuk menghilangkan jejak, ia membuang nomor ponselnya bahkan memotong rambutnya sampai gundul.

1. Pelaku bunuh korban atas dendam pribadi dan sakit hati

Kapolsek Medan Tembung Kompol Ras Maju Tarigan (IDN Times/Eko Agus Herianto)

Penangkapan pelaku pembunuhan ini dibenarkan oleh Kapolsek Medan Tembung, Kompol Ras Maju Tarigan. Warga Medan Tembung bernama Zulham Efendi mereka tangkap usai membunuh saudaranya sendiri.

"Yang menjadi korban adalah saudara pelaku sendiri Isak berumur 55 tahun, warga Kecamatan Medan Tembung. Insiden pembunuhan ini terjadi pada tanggal 23 Maret 2026 lalu tepatnya di Jalan Besar Tembung depan Cafe Aceh Kumis, Kecamatan Percut Seituan," kata Ras Maju kepada IDN Times, Senin (6/4/2026).

Usai dilakukan penyelidikan, terungkap motif pelaku nekat membunuh saudaranya sendiri karena sakit hati. Bahkan tersangka Zulham disebut sudah lama menyimpan dendam kepada korban.

"Orang ini sudah ada dendam lama. Jadi sering selisih. Bahkan sebelum kejadian ini mereka beberapa kali berselisih. Penyebabnya hanya karena korban sering menuduh pelaku merupakan pencuri hasil-hasil tanamannya," lanjut Ras Maju.

2. Pelaku tusuk korban pakai obeng sampai menembus jantung

Obeng yang digunakan membunuh korban (IDN Times/Eko Agus Herianto)

Tersangka Zulham membunuh korban dengan cara menusuk menggunakan obeng. Alat tersebut sudah ia modifikasi lagi menjadi lebih runcing dan tajam.

"Pelaku menikam korban, yang pertama di bagian punggung sebelah kiri sampai masuk ke dalam menembus ke bagian saraf dekat jantung sehingga terjadi pendarahan dan mengakibatkan korban meninggal dunia, kemudian pelaku juga menusuk kedua paha korban," rinci Ras Maju.

Korban dinyatakan meninggal dunia di tempat meskipun beberapa kali dilakukan pertolongan pertama oleh warga. Kapolsek Medan Tembung mengungkap bahwa ternyata pelaku telah menyiapkan senjata itu dan selalu ia bawa ke mana-mana.

"Si korban ini sering membawa senjata tajam. Seperti menjaga diri, itulah alasan dari dia. Tapi memang obeng ini sudah sengaja ditajami lagi untuk dipergunakannya. Atas kejadian ini, terhadap tersangka kami persangkakan pasal 459 juncto 458 juncto 467 juncto 466 KUHPidana, dengan ancaman hukuman maksimal penjara seumur hidup," bebernya.

3. Pelaku kabur ke Aceh dan bekerja sebagai penjemur kopi

Pelaku pembunuhan di Medan Tembung (IDN Times/Eko Agus Herianto)

Usai menikam korban, tersangka Zulham melarikan diri. Saat diselidiki oleh polisi, pria paruh baya itu ternyata juga sudah menghilangkan jejaknya.

"Kita terus melakukan penyelidikan, karena kita tahu bahwa pelaku ini melarikan diri dengan menghilangkan jejak. Nomor handphone tidak ada, semuanya. Keluarga yang mencoba mengontaknya pada akhirnya menyerah dan tidak mampu untuk menghadirkan pelaku," jelas Ras Maju.

Polisi melakukan penelusuran terhadap tersangka Zulham. Ternyata ia melarikan diri ke luar provinsi, tepatnya Aceh.

"Kita bersama dengan Polres Bener Meriah Polda Aceh, melakukan penangkapan terhadap pelaku, tepatnya di Kelurahan Bener Meriah Utara, Kabupaten Bener Meriah. Kita amankan dia pada saat bekerja sebagai penjemur kopi. Dia saat kami jumpai ternyata sudah memangkas rambutnya untuk menyembunyikan identitas. Pada akhirnya tersangka mengakui perbuatannya dan sangat menyesal atas perbuatan itu. Namun, dia melarikan diri karena memang takut ditangkap polisi," pungkasnya.

Editorial Team