Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Perang Iran-Israel-AS, Harga Kebutuhan Pangan Sumut Masih Stabil

Perang Iran-Israel-AS, Harga Kebutuhan Pangan Sumut Masih Stabil
ilustrasi perempuan belanja bahan makanan (pexels.com/Gustavo Fring)
Intinya Sih
Timeline
Gini Kak
Sisi Positif
  • Harga pangan pokok di Sumut relatif stabil, meski daging ayam masih mahal dan gula pasir naik tipis, sementara cabai merah, rawit, dan hijau justru turun harga.
  • Dampak perang Iran–AS mulai terasa pada bahan baku impor seperti kedelai, gandum, dan jagung yang berpotensi memengaruhi harga kebutuhan pokok ke depan.
  • Kenaikan biaya distribusi, asuransi, serta fluktuasi nilai tukar diperkirakan jadi efek lanjutan perang yang bisa mendorong inflasi sektor pangan dalam jangka menengah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Medan, IDN Times - Sejumlah harga kebutuhan pangan pokok seperti beras, cabai, daging ayam, daging sapi, telur ayam, minyak goreng, gula pasir, hingga bawang terpantau bergerak stabil di wilayah Sumut. Meskipun untuk komoditas daging ayam masih bertahan mahal, dan harga gula pasir terpantau alami kenaikan disaat bersamaan permintaan juga terpantau naik.

Untuk harga cabai baik itu cabai merah, cabai rawit, dan cabai hijau terpantau bertahan murah.

1. Harga cabai merah Rp25 ribu per Kg

Potret cabai
Potret cabai (pexels.com/@courtney-stephens)

Berdasarkan pemantauan PIHPS (pusat informasi harga pangan strategis), harga cabai merah di kota Medan dalam sepekan terakhir turun dari kisaran Rp26.200 per Kg pada (2/03/2026), dan saat ini Jumat (6/3/2026) ditransaksikan dikisaran harga Rp25 ribu per Kg.

"Dan harga relatif tidak jauh berbeda untuk sejumlah kota yang berada di pantai timur Indonesia. Masih mengacu ke PIHPS, harga cabai rawit juga alami penurunan di kota medan. Dimana harga cabai rawit ditransaksikan dikisaran Rp29.800 per Kg, dari sepekan sebelumnya dikisaran Rp30.200 per Kg. Dari hasil pengamatan langsung cabai hijau ditransaksikan dikisaran Rp16 ribu per Kg," kata pengamat ekonomi, Gunawan Benjamin.

2. Dampak langsung dari kenaikan bahan baku pangan impor perang seperti kacang kedelai, gandum hingga jagung

Kacang kedelai (pixabay.com/dongdong1)
Kacang kedelai (pixabay.com/dongdong1)

Selanjutnya, harga kebutuhan pokok lainnya seperti gula pasir alami kenaikan menjadi Rp18.450 per Kg dari posisi sepekan sebelumnya Rp18.350 per Kg mengacu PIHPS Medan. Disusul kemudian harga minyak goreng sempat turun, dan sepekan belakangan ini stabil dikisaran Rp19.100 per Kg di kota medan. Demikian halnya juga dengan daging ayam yang masih bertahan mahal dan cenderung turun dari Rp44.400 per Kg sepekan yang lalu, saat ini berada dikisaran harga Rp44.000 per Kg nya.

Harga beras juga masih relatif stabil dikisaran Rp14.550 hingga Rp15.050 per Kg di awal pekan ini. Kegelisahan masyarakat terkait dengan dampak perang terhadap harga kebutuhan pangan pokok belum terlihat.

"Bahkan hingga Idul Fitri saya memproyeksikan harga akan cenderung stabil nantinya. Dampak langsung maupun tidak langsung perang Iran pada harga kebutuhan pokok itu akan terlihat dari kenaikan bahan baku pangan impor, seperti kacang kedelai, gandum hingga jagung," ungkapnya.

3. Dampak tidak langsung akan dirasakan pada kenaikan biaya distribusi plus asuransi, hingga pupuk pestisida

ilustrasi pupuk (freepik.com/jcomp)
ilustrasi pupuk (freepik.com/jcomp)

Perang Iran – AS berpeluang memicu kenaikan harga komoditas global yang alami kenaikan. Sementara dampak tidak langsung akan dirasakan pada kenaikan biaya distribusi plus asuransi, fluktuasi nilai tukar Rupiah terhadap US Dolar, pupuk, pestisida, obat-obatan dan vitamin hingga harga minyak serta sejumlah bahan baku lain yang akan berpotensi memicu kenaikan harga pokok produksi sektor pertanian.

"Sejauh ini dampak tersebut belum terasa mempengaruhi harga kebutuhan pangan pokok masyarakat. Namun memang perlu diwaspadai juga dampak perang tersebut terhadap pembentukan harga kebutuhan pangan dalam jangka waktu menengah – panjang. Karena pada dasarnya perang telah memicu kenaikan harga akomoditas energi dan pangan sejauh ini, yang tentunya akan sangat berpeluang mendongkrak laju kenaikan inflasi," tutupnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Arifin Al Alamudi
Doni Hermawan
Arifin Al Alamudi
EditorArifin Al Alamudi
Follow Us

Latest News Sumatera Utara

See More