Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Pemprov Sumut Klaim Sudah 90 Persen Huntara Terbangun

Pemprov Sumut Klaim Sudah 90 Persen Huntara Terbangun
Warga dan anak-anak terdampak bencana hidrometeorologi beraktivitas di huntara Kampung Serempah, Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah, Provinsi Aceh, Sabtu (14/02/2026). (dok. BNPB)
Intinya Sih
  • Pemprov Sumut mempercepat pembangunan hunian sementara bagi korban bencana dengan progres mencapai sekitar 90 persen dan sebagian pengungsi sudah mulai menempati unit yang selesai dibangun.
  • Ribuan unit huntara tersebar di berbagai lokasi seperti Simarpinggan, Aek Latong, Batang Toru, Adiankoting, Pinangsori, Pasar Tukka, dan Pandan, dengan beberapa titik masih tahap penyelesaian.
  • Pemerintah menargetkan tidak ada lagi pengungsi di tenda sebelum Lebaran melalui percepatan pemindahan ke huntara serta penyaluran Dana Tunggu Hunian bagi yang belum menempati hunian sementara.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Medan, IDN Times – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mengklaim terus mempercepat penanganan pengungsi korban bencana menjelang Idulfitri 2026. Salah satu langkah utama yang dilakukan adalah mempercepat pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak.

Pemprov Sumut bahkan menargetkan jumlah pengungsi di tenda darurat akan turun drastis sebelum Lebaran. Hal ini seiring dengan progres pembangunan Huntara yang kini hampir rampung di berbagai daerah terdampak bencana.

1. Progres pembangunan Huntara sudah hampir 90 persen

IMG-20260102-WA0020.jpg
Pembangunan hunian sementara (huntara) di Aceh Tamiang. (Dok. Kementerian PU)

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menyebut pembangunan hunian sementara bagi korban bencana telah mencapai tahap akhir. Progres pembangunan huntara saat ini disebut telah mencapai sekitar 90 persen.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemprov Sumut, Basarin Yunus Tanjung, mengatakan sebagian pengungsi bahkan sudah mulai menempati Huntara yang telah selesai dibangun.

“Sudah ada pengungsi yang masuk ke hunian sementara (Huntara). Masih ada ribuan Huntara lagi siap dihuni. Untuk keseluruhan progres pembangunan Huntara sudah masuk di angka 90-an persen. Kita harap sebelum Lebaran, pengungsi sudah tidak lagi di tenda,” kata Basarin.

2. Ribuan Huntara tersebar di beberapa lokasi

IMG-20260102-WA0019.jpg
Pembangunan hunian sementara (huntara) di Aceh Tamiang. (Dok. Kementerian PU)

Sejumlah lokasi huntara sudah mulai dihuni warga yang terdampak bencana. Beberapa di antaranya berada di Lapangan Bola Simarpinggan, Kecamatan Angkola Selatan, dengan 186 unit, serta di Dusun Aek Latong, Desa Marsada, Kecamatan Sipirok, dengan 118 unit.

Selain itu, tersedia juga huntara di PTPN IV Regional I Afdeling III Kebun Batang Toru sebanyak 129 unit, Adiankoting 40 unit, Asrama Haji Pinangsori 52 unit, Lahan Balerong Pasar Tukka 12 unit, serta Lahan Rusunawa Pandan sebanyak 90 unit.

Beberapa titik lainnya masih dalam tahap penyelesaian dan ditargetkan segera siap dihuni dalam waktu dekat.

3. Pemprov Sumut targetkan tidak ada lagi pengungsi di tenda

-
Proses pembangunan huntara di Aceh Tamiang. (Dok HK)

Pemprov Sumut mendorong seluruh pihak untuk terus memperkuat kolaborasi dalam percepatan pemindahan pengungsi dari tenda ke hunian sementara. Langkah ini dilakukan agar para korban bencana bisa kembali menjalani kehidupan yang lebih layak.

Salah satu target terdekat adalah pemindahan pengungsi di wilayah Tapanuli Selatan yang dijadwalkan mulai menempati huntara pada pertengahan Maret.

"Untuk Tapsel tanggal 15 Maret diharapkan sudah masuk ke Huntara. Karena Huntara-nya baru siap di tanggal 15 Maret," jelas Basarin.

Selain hunian sementara, pemerintah juga menyalurkan Dana Tunggu Hunian (DTH) bagi pengungsi yang memilih tidak tinggal di huntara. Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menunjukkan, saat ini masih ada 229 Kepala Keluarga yang tinggal di tenda pengungsian di Sumut.

"Proses penyaluran DTH sudah berlangsung dan akan terus dicairkan sesuai kelengkapan BNBA atau By Name By Address," jelasnya.

Share
Topics
Editorial Team
Doni Hermawan
EditorDoni Hermawan
Follow Us

Latest News Sumatera Utara

See More