Pemprov Sumut Dorong Sektor Riil Dapat Akses Pembiayaan

Medan, IDN Times - Sektor riil masih jadi tumpuan utama ekonomi Sumatera Utara. Di balik kontribusinya, ada satu persoalan klasik yang terus muncul: akses pembiayaan.
Pemerintah Sumut mulai mendorong agar sektor ini mendapat dukungan keuangan. Terutama bagi pelaku usaha di daerah.
1. Sektor riil kuat, tapi masih butuh akses modal

Sumatera Utara punya fondasi ekonomi yang cukup jelas. Perkebunan seperti sawit, karet, kopi, hingga kakao masih mendominasi. Di sisi lain, industri pengolahan serta sektor pertanian seperti padi dan jagung ikut menopang pergerakan ekonomi daerah.
Namun kekuatan itu belum sepenuhnya diikuti dengan kemudahan akses pembiayaan. Dalam pertemuan dengan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) di Kantor Gubernur Sumut, Bobby menekankan pentingnya dukungan keuangan yang lebih merata. Menurutnya, sektor riil bukan hanya penting di level daerah, tapi juga punya kontribusi besar terhadap ekonomi nasional.
2. Bank daerah didorong lebih aktif, tak sekadar penonton

Bobby menyoroti peran bank pemerintah daerah. Ia berharap bank daerah tidak hanya menjadi pelengkap, tetapi benar-benar terlibat dalam program pembiayaan, termasuk program nasional.
“Kami berharap pemerintah pusat juga melibatkan bank pemerintah daerah dalam mendukung seluruh program pemerintah pusat dalam hal pembiayaan, seperti pada pelaksanaan program penyaluran KPR subsidi dan FLPP bagi masyarakat berpenghasilan rendah,” katanya dalam keterangan resmi, Sabtu (11/4/2026).
Bobby mengaku isu tersebut juga sudah dibahas dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Bank Sumut sebelumnya. Artinya, ada upaya untuk menarik bank daerah agar lebih masuk ke ekosistem pembiayaan yang lebih luas.
3. Literasi keuangan dan peran generasi muda jadi kunci

Dari sisi lain, LPS melihat tantangan tidak hanya soal akses, tapi juga pemahaman. Anggota Dewan Komisioner LPS Bidang Penjaminan Polis, Ferdinand D. Purba, menilai literasi keuangan masih perlu diperkuat, terutama bagi generasi muda dan pelaku UMKM.
“LPS terus mengedukasi generasi muda dan UMKM mengenai pengelolaan keuangan serta fungsi penjaminan simpanan, terutama untuk mendorong wirausaha,” ujarnya.
Di tengah itu, data Badan Pusat Statistik mencatat Sumut masih menjadi kontributor terbesar PDRB di Pulau Sumatera, dengan pertumbuhan ekonomi 4,53 persen sepanjang 2025. Sektor transportasi dan pergudangan ikut menjadi motor penggerak. Tantangannya kini: bagaimana menjaga laju pertumbuhan itu tetap stabil, sambil memastikan sektor riil benar-benar mendapat dukungan yang konkret.

















