Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Pelaku Tawuran yang Serang dan Jarah Rumah Mantan Polisi Ditangkap

Pelaku Tawuran yang Serang dan Jarah Rumah Mantan Polisi Ditangkap
Tangan tersangka diborgol (IDN Times/Eko Agus Herianto)
Intinya Sih
  • Polisi menangkap satu pelaku tawuran yang menjarah rumah mantan anggota Polri di Belawan, sementara empat pelaku lainnya masih dalam pengejaran.
  • Aksi tawuran melibatkan puluhan remaja dari dua kelompok hingga berujung pada penjarahan rumah dan warung milik Horas Hutauruk di Kampung Sicanang.
  • Horas mengalami kerugian puluhan juta Rupiah akibat barang dagangan, tabung gas, dan peralatan rumah tangga dijarah serta rusaknya fasilitas listrik.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Medan, IDN Times - Beberapa waktu lalu viral di media sosial seorang mantan anggota Polri menjadi korban pencurian. Rumah dan warung miliknya dijarah oleh para pelaku tawuran yang mayoritas masih remaja.

Situasi mencekam kala mereka masuk disertai dengan penghancuran sejumlah perkakas kaca. Atas insiden ini, sang mantan polisi bernama Horas Hutauruk (44 tahun) melapor ke petugas berwajib dan mengaku bahwa keluarganya mengalami trauma.

1. 1 tersangka ditangkap, 4 lainnya masih diburu polisi

Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan AKP Agus Purnomo (IDN Times/Eko Agus Herianto)
Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan AKP Agus Purnomo (IDN Times/Eko Agus Herianto)

Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan, AKP Agus Purnomo, membenarkan insiden itu. Dan kini pihaknya telah menangkap salah satu dari pelaku tawuran.

"Sudah ada pelaku yang kita amankan, 1 orang. Selebihnya masih dalam pengejaran, ya," kata Agus, Selasa (14/4/2026).

Kini pihaknya tengah melakukan pendalaman dan pengejaran lagi. Karena pelaku penjarahan rumah mantan polisi itu diperkirakan lebih dari 1 orang.

"Pelaku yang teridentifikasi masih 4 orang. Namun laporan soal penganiayaan tidak ada," lanjutnya.

2. Pelaku tawuran jarah rumah mantan anggota Polri

-
Tangan tersangka diborgol (IDN Times/Eko Agus Herianto)

Aksi tawuran yang melibatkan puluhan remaja ini terjadi di Lingkungan II Kelurahan Belawan Sicanang, Medan Belawan, Sabtu (4/4/2026) lalu. Kelompok tawuran yang diketahui berasal dari Pulau Ambon masuk ke kampung Sicanang Belawan pada tengah malam. Tepat di rumah mantan polisi bernama Horas, ada anak-anak muda yang sedang nongkrong. Di sanalah mereka diserang kelompok Pulau Ambon.

"Anak muda sekitar lingkungan saya memang sering ngumpul di sini, tapi bukan untuk tawuran. Mereka masih anak sekolah, ngumpul sebatas kumpul. Namun berhubung pernah terjadi clash, jadi datang massa dari Pulau Ambon, disambut oleh anak-anak ini. Sehingga terjadi perkelahian antara dua kubu," kata Horas, Selasa (7/4/2026) lalu.

Anak-anak yang berada di kampungnya tak dapat membendung serangan dari kelompok Pulau Ambon. Akhirnya mereka lari bahkan ada yang terluka. Namun Horas kaget ketika kelompok tawuran itu justru menjarah warung dan rumahnya.

"Menurut penilaian saya selama pernah bertugas sepanjang lebih dari 20 tahun di kepolisian, saya punya insting, saya punya feeling, bahwa aksi tawuran ini ada aktor intelektual di baliknya. Korban memang banyak jatuh anak-anak sini, kena bacok, kena panah, kena lempar. Tapi yang paling sadis, kenapa jadi rumah saya yang kena imbasnya juga?," lanjut eks Polri itu.

3. Korban ngaku rugi puluhan juta Rupiah

-
Horas Hutauruk selaku eks Polri korban penjarahan rumah oleh pelaku tawuran Belawan (IDN Times/Eko Agus Herianto)

Sejak tinggal di Kampung Sicanang tahun 2019, baru kali inilah terjadi aksi penjarahan. Barang-barang dagangan yang dijual Horas habis, termasuk tabung gas.

"Yang hilang tabung gas 20 biji, beras 30 kg ada 3 goni, beras 10 kg ada 7 goni, kemudian beras bulog yang saya beli langsung hanya sisa 5 goni. Kalau rokok tidak bisa saya hitung berapa slop yang diambil, sangat banyak. Televisi layar datar ukuran 21 inci juga dihancurkan," beber Horas.

Atas insiden ini, Horas Hutauruk mengaku mengalami kerugian yang ditaksir mencapai puluhan juta Rupiah.

"2 jam sesudah kejadian, saat itu juga saya melapor ke polisi. Saya juga langsung melapor ke PLN untuk memperbaiki listrik di rumah saya yang turut rusak," pungkasnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Topics
Editorial Team
Doni Hermawan
EditorDoni Hermawan
Follow Us

Latest News Sumatera Utara

See More