Umat Buddha memperingati Hari Raya Tri Suci Waisak 2026 (IDN Times/Indah Permata Sari)
Dicky sebagai pengurus Vihara Maitreya menjelaskan ritual inti Waisak di vihara ini bukan sekadar seremoni. Ada dua kegiatan utama yaitu pemasangan bilun waisak sebagai simbol perayaan, dan pemandian rupang Buddha yang sarat makna spiritual.
Dia juga menyebutkan saat Waisak, umat Buddha datang ke vihara untuk menyirami rupang Buddha dengan air. Namun, tujuannya jauh lebih dalam dari sekadar membersihkan patung.
“Pada saat kita menyirami rupang Buddha dengan sikap hormat, sebenarnya kita menyirami diri kita sendiri. Kita menyirami dosa, moha, lobha - kebodohan batin, keserakahan, kebencian yang ada dalam diri,” jelas Dicky.
Setiap tetes air jadi simbol harapan: sifat-sifat buruk perlahan luruh. “Waktu kita menyirami rupang Buddha itu, kita menyirami keserakahan kita dulu. Kita berharap semakin hari kita semakin baik seperti itu,” tambahnya.