Penanganan kecelakaan maut di Sibolangit, Jumat (17/7/2026) (dok.Polda Sumut)
Hari itu seharusnya menjadi momen bahagia bagi keluarga Sitinjak. Mereka berangkat dari Sidikalang menuju Medan untuk mengantar Gabe Roida Sitinjak memulai babak baru sebagai mahasiswa Jurusan Perpajakan Universitas Jambi. Tak ada yang menyangka perjalanan penuh harapan itu justru berubah menjadi tragedi.
Roma yang sedang libur bekerja di Hillpark memilih tetap berada di Medan. Ia bahkan telah mengambil cuti karena berencana ikut mengantar adiknya menuju loket Bus Rapi sebelum berangkat ke Jambi.
Sekitar pagi hari, telepon genggamnya dipenuhi kabar mengenai kecelakaan besar di kawasan Sibolangit. Informasi pertama datang dari rekan kerjanya yang mengunggah kondisi kecelakaan melalui media sosial. "Saya lihat teman yang kerja di Hillpark membuat story tentang kecelakaan itu," katanya.
Saat membuka unggahan tersebut, Roma langsung mengenali sebuah mobil merah milik kerabatnya, Pebrianto Siburian. Namun beberapa saat kemudian, jantungnya semakin berdegup ketika melihat mobil hitam yang juga berada di lokasi kejadian.
Mobil itu adalah kendaraan yang ditumpangi kedua orang tuanya bersama anggota keluarga lainnya. Tanpa pikir panjang, Roma segera menghubungi saudara-saudaranya untuk memastikan kondisi keluarga.
"Saya langsung kasih tahu abang dan tante. Saya tanya keberadaan bapak, mamak, sama abang karena sadar mobil mereka ada di lokasi kecelakaan," ujarnya.