Eli Mardiana Lubis seorang mualaf (IDN Times/Indah Permata Sari)
Awalnya ia berpacaran saat usia 20 tahun, dan memang berniat merencanakan ke jenjang selanjutnya yang didorong oleh nasihat dari guru ngaji suaminya agar disegerakan halal.
“Saat boncengan diberhentikan sama guru ngaji suami saat itu, selang dari situ langsung diajari untuk membaca iqra. Lalu, 2 bulan sebelum nikah masuk Islam diajari solat hingga ngaji sama guru suami,” jelas wanita berusia 40 tahun ini.
Usai menikah, Eli tinggal bersama mertua dengan status keluarganya yang belum mengetahui bahwa ia masuk Islam dan telah menikah namun sebelumnya telah mengetahui saat pacaran atau pendekatan.
“Pas hamil 7 bulan, itu acara tahun baru di kampung jadi ditelpon sama orangtua untuk pulang,” katanya.
Saat berkomunikasi via telpon, Eli menjelaskan bahwa dirinya telah masuk Islam dan telah menikah dengan kondisi hamil 7 bulan.
“Langsung meledak amarah orangtua ini, mereka langsung bilang sudah menipu keluarga selama ini,” jelasnya.
Mendengarkan jawaban sang anak, ibunya pun seketika syok dan pingsan hingga akhirnya dilarikan ke rumah sakit dan sempat di rawat selama tiga hari.
Ia tak pernah menyangka bahwa dirinya bisa menjadi mualaf dan akan memeluk agama Islam.
Sontak, kejadian itu membuat semua keluarganya heboh karena ia merupakan satu-satunya anggota keluarga yang masuk Islam.
Padahal, keluarganya merupakan keluarga yang taat dan kakeknya juga merupakan seorang pendeta.