Kapal Pengangkut Sembako dari Asahan Tenggelam di Perairan Riau

IDN Times, Bengkalis - Kapal Layar Motor (KLM) Prima Setia tenggelam di perairan Desa Sepahat, Kecamatan Bandar Laksama, Kabupaten Provinsi Riau. Kapal pengangkut sembako itu, dari Tanjung Balai Asahan, Provinsi Sumatra Utara (Sumut), hendak menuju ke Selat Panjang, Kabupaten Kepulauan Meranti.
Kapolres Bengkalis AKBP Fahrian Saleh Siregar saat dikonfirmasi, membenarkan adanya peristiwa kapal tenggelam di wilayah hukumnya. Namun ia memastikan, dalam peristiwa itu, tidak ada korban jiwa.
"Tidak ada korban jiwa. Sebanyak 7 orang kru kapal dalam kondisi selamat," ucap AKBP Fahrian, Sabtu (24/1/2026).
Adapun ke 7 orang kru kapal itu yakni, Wardi sebagai Kapten KLM Prima Setia, Zainal, Herman Sabri, Rahmat, Wahid, Mahadi dan Candra selaku ABK.
1. Kapal dihantam gelombang besar, lambung bagian bawah pecah

AKBP Fahrian menerangkan, setibanya kapal yang dinahkodai Kapten Wardi itu di perairan Selat Morong, Kecamatan Rupat, Kabupaten Bengkalis pada malam hari, terjadi cuaca buruk berupa angin kencang dan ombak tinggi.
"Pada saat dihantam gelombang besar, lambung kapal bagian bawah pecah," terang AKBP Fahrian.
Melihat hal itu, Kapten Wardi bergegas menghubungi Angkatan Laut dan Basarnas Kabupaten Bengkalis melalui radio untuk meminta tolong. Namun sayang, mesin kapal yang mati total, membuat ia tak bisa berkomunikasi.
"Jadi mereka yang 7 orang awak kapal itu, berjam-jam mengapung di lautan hingga terdampar di perairan Desa Sepahat," tuturnya.
Beruntung, nelayan yang sedang mencari ikan disekitar lokasi melihat ke 7 kru kapal itu dan langsung menyelamatkannya.
"Kondisi kapal tenggelam. Antara dek dan lambung kapal terpisah," ucapnya.
2. Sembako berserakan di laut

Atas peristiwa itu, muatan kapal yang berisi sembako, berserakan di laut. Situasi di pantai perairan Desa Sepahat mendadak ramai. Sejumlah warga mengambil barang-barang mutan kapal yang mengapung di laut.
"Mendapat informasi tersebut, Bhabinkamtibmas Desa Sepahat Aipda Rully Salemba meminta warga untuk tidak mengambil atau menjarah barang-barang tersebut," sebut Fahrian.
"Alhamdulillah, imbauan polisi dipatuhi oleh warga dan mengembalikan barang-barang itu kembali," sambungnya.
3. Merasa utang budi, Kapten Kapal mengizinkan warga mengambil sembako

Melihat warga yang beramai-ramai mengumpulkan sembako yang berserakan dilaut, Kapten Kapal Wardi mengizinkan warga mengambil sembako tersebut. Sebab, Wardi dan kru kapal lainnya merasa berhutang budi telah diselamatkan warga Desa Sepahat.
"Pihak kru kapal memperbolehkan warga mengambil barang-barang sembako, agar bisa dimanfaatkan warga dari pada terbuang," sebut AKBP Fahrian.
Kini, para kru kapal yang tenggelam itu telah dijemput oleh pihak kapal dan dibawa ke Selat Panjang, Kabupaten Kepulauan Meranti.
















