Inspektur Upacara Kabag TU Kanwil Kemenag Sumut Syafrizal Bancin membacakan amanat Menteri Agama saat Upacara HUT ke-81 RI, (Dok. Kanwil Kemenag Sumut)
Menag juga menggarisbawahi pentingnya menjaga kerukunan umat beragama di tengah keberagaman. Perbedaan keyakinan harus menjadi sarana saling menguatkan.
"Jangan biarkan perbedaan jadi alasan bermusuhan. Jangan biarkan agama jadi alasan saling menjauh. Jadikan agama dan nilai-nilainya sebagai jalan untuk saling menguatkan dan memberikan makna kehidupan. Rumah ibadah harus menjadi tempat yang menenteramkan. Madrasah, pesantren, majelis taklim, sekolah minggu, pasraman, widyalaya, dan ruang kajian keagamaan harus menjadi tempat tumbuhnya ilmu dan akhlak," lanjut Syafrizal.
Dia menyampaikan Indeks Kerukunan Umat Beragama IKUB tahun 2025 mencapai 77,89 dan Indeks Kesalehan Umat Beragama IKUBa sebesar 84,61 sebagai bukti keberhasilan menjaga toleransi.
Menteri Agama juga menyoroti sejumlah program prioritas Kemenag, seperti Kurikulum Berbasis Cinta, Gerakan Ekoteologi, Program Makan Bergizi Gratis bagi 11,8 juta siswa dan santri, serta Program Indonesia Pintar bagi 5,1 juta siswa binaan Kemenag.
Menanggapi perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan Artificial Intelligence AI, Menag mengingatkan ASN agar nilai kemanusiaan dan akhlak tidak tergeser.
"AI boleh semakin cerdas, tetapi manusia harus tetap bijaksana. Teknologi boleh semakin maju, tetapi akhlak tidak boleh tertinggal. Di tengah era pasca kebenaran post-truth, ketika informasi palsu dapat terlihat seperti kebenaran, Kementerian Agama harus memperkuat literasi digital sekaligus literasi keagamaan. Jangan sampai kemajuan teknologi membuat manusia kehilangan hati nurani," tegasnya.