Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Hari Pertama Sekolah, Harga Ayam dan Cabai Rawit Naik Tajam
ilustrasi cabai rawit (pexels.com/Mark Stebnicki)
  • Harga daging ayam segar di Sumatra Utara naik sekitar Rp2.000 per kg, dipicu meningkatnya permintaan akibat dimulainya program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada awal tahun ajaran baru.
  • Harga cabai rawit melonjak hingga Rp80.000 per kg di Deli Serdang karena pasokan menurun, berbeda dengan kenaikan ayam yang disebabkan oleh peningkatan permintaan.
  • Harga beras juga mengalami kenaikan dalam sepekan terakhir akibat penurunan pasokan, bahkan memicu pembatasan penjualan di sejumlah ritel modern di Medan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
10 Juli 2026

Harga daging ayam di Pasar Sukaramai Medan tercatat Rp31.500 per kg sebelum mengalami kenaikan.

awal pekan ini

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai disalurkan dan disebut menjadi salah satu pemicu meningkatnya permintaan daging ayam.

13 Juli 2026

Pada hari pertama masuk sekolah, harga daging ayam dan cabai rawit di Sumatra Utara naik tajam. Harga ayam di Pasar Sukaramai mencapai Rp33.500 per kg, sedangkan cabai rawit menembus Rp80.000 per kg di Deli Serdang.

15 Juli 2026

Bulan Muharam diproyeksikan berakhir, yang menurut pengamat dapat kembali mendorong kenaikan permintaan dan harga pangan.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Harga sejumlah komoditas pangan di Sumatra Utara, terutama daging ayam segar dan cabai rawit, mengalami kenaikan tajam pada hari pertama masuk sekolah.
  • Who?
    Pengamat ekonomi Gunawan Benjamin melaporkan perkembangan harga, sementara Pemerintah Kota Medan menjalankan program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi siswa.
  • Where?
    Kenaikan harga terpantau di wilayah Deli Serdang dan Pasar Sukaramai Kota Medan, Sumatra Utara.
  • When?
    Kenaikan terjadi pada Senin, 13 Juli 2026, bertepatan dengan hari pertama tahun ajaran baru dan awal penyaluran program MBG.
  • Why?
    Kenaikan harga ayam dipicu meningkatnya permintaan akibat program MBG, sedangkan kenaikan cabai rawit disebabkan pasokan yang menurun dari kondisi normal.
  • How?
    Harga daging ayam naik sekitar Rp2.000 per kg menjadi Rp32.000–Rp33.500 per kg, sementara cabai rawit mencapai Rp65.000–Rp80.000 per kg di pasar-pasar utama daerah tersebut.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Hari pertama sekolah, harga ayam dan cabai jadi mahal sekali. Kata Pak Gunawan, ayam naik karena banyak orang beli buat program makan bergizi gratis di sekolah. Cabai juga naik tapi karena cabainya sedikit di pasar. Beras juga ikut naik karena stoknya berkurang. Sekarang pemerintah mau jaga supaya harga tidak makin naik lagi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Kenaikan harga ayam yang dipicu oleh meningkatnya permintaan akibat program Makan Bergizi Gratis menunjukkan bahwa inisiatif tersebut berhasil menggerakkan pasar pangan lokal. Dengan pasokan ayam hidup yang tetap stabil, kondisi ini memberi peluang bagi peternak untuk memperoleh harga jual yang lebih baik, membantu meringankan beban biaya produksi mereka setelah periode tekanan harga pakan sebelumnya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Medan, IDN Times – Harga sejumlah komoditas pangan di Sumatra Utara naik pada hari pertama masuk sekolah, Senin 13 Juli 2026. Kenaikan paling tajam terjadi pada harga daging ayam segar dan cabai rawit. Program Makan Bergizi Gratis atau MBG yang mulai disalurkan pada awal pekan ini disebut menjadi salah satu pemicunya.

Pengamat Ekonomi Gunawan Benjamin mengatakan, harga daging ayam segar terpantau naik sekitar Rp2.000 per kg.

“Di wilayah Deli Serdang harga daging ayam sebelumnya ditransaksikan Rp30.000 per kg, berubah naik menjadi Rp32.000 per kg. Bahkan jika dipantau melalui PIHPS Kota Medan, harga daging ayam di Pasar Sukaramai naik dari Rp31.500 pada 10 Juli menjadi Rp33.500 per kg pada hari ini,” ujar Gunawan.

1. Kenaikan dipicu permintaan MBG

Mujiyem seorang pedagang daging ayam menunggu pembeli di Pasar Karangayu Semarang. (IDN Times/Fariz Fardianto)

Menurut Gunawan, kenaikan harga daging ayam tidak disebabkan oleh masalah pasokan. Pasokan ayam hidup selama satu bulan terakhir terpantau stabil.

“Kalau berbicara supply atau persediaan, pada dasarnya saya tidak melihat ada perubahan supply ayam hidup selama satu bulan terakhir terpantau stabil. Jadi kenaikan harga daging ayam ini disimpulkan akibat kenaikan demand atau permintaan. Karena program makan bergizi gratis atau MBG juga sudah mulai bergulir pada awal pekan ini,” jelasnya.

Ia memproyeksikan permintaan akan kembali meningkat karena bulan Muharam akan berakhir pada 15 Juli mendatang.

“Kondisi ini berpeluang menciptakan dorongan kenaikan harga,” ujarnya.

Gunawan menambahkan, dengan kembalinya penyaluran MBG, daging ayam masih mendominasi menu MBG di awal tahun ajaran baru.

“Harga daging ayam ikut terseret naik, yang tentunya akan memperbaiki harga di level produsen nantinya. Beban peternak ayam belakangan ini sangat besar, setelah terjadi kenaikan harga pakan khususnya setelah perang Iran – AS berkecamuk,” katanya.

2. Harga cabai rawit tembus Rp80.000 per Kg

Potret cabai rawit hijau untuk membuat sambal cibiuk (pixabay.com/masarapmatulog)

Selain ayam, harga cabai rawit juga mengalami kenaikan sangat tajam. Di Deli Serdang, harga cabai rawit menyentuh Rp80.000 per kg.

Sementara berdasarkan pemantauan PIHPS, di Pasar Sukaramai Medan harga cabai rawit hijau ditransaksikan di kisaran Rp65.000 per kg.

Gunawan menilai kenaikan cabai rawit berbeda penyebabnya dengan daging ayam.

“Untuk kenaikan harga cabai rawit ini bukan semata-mata karena demand atau permintaan yang tinggi. Saya melihat ada pasokan cabai rawit yang tidak sebanyak hari normal. Sehingga harga cabai rawit naik sangat tajam pada perdagangan hari ini,” ucapnya.

3. Harga beras naik karena pasokan menurun

Beras merek premium di supermarket dibongkar untuk tidak dipajang (IDN Times/Indah Permata Sari)

Kenaikan juga terjadi pada harga beras dalam sepekan terakhir. Kondisi ini bahkan telah memicu pembatasan penjualan beras di sejumlah ritel modern. Gunawan menyebut penyebabnya adalah penurunan pasokan.

“Demand atau permintaan pada dasarnya cenderung bergerak melandai,” ujarnya.

Pemerintah Kota Medan melalui program MBG menargetkan pemenuhan gizi siswa di awal tahun ajaran baru. Namun, lonjakan harga pangan strategis ini menjadi catatan agar stabilitas pasokan dan harga tetap terjaga.

Editorial Team

Related Article