Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Harga Minyak Goreng Curah Sumut Naik Rp1.000, Cabai Sentuh Rp70 Ribu
Ilustrasi cabai merah keriting. (Dok. Bapanas)
  • Harga minyak goreng curah di Pasar Dwikora, Pematang Siantar, naik sekitar Rp1.000 per kilogram, dipicu mahalnya CPO dan kenaikan biaya produksi seperti plastik.
  • Harga cabai merah keriting rata-rata di Sumatra Utara mencapai Rp61.900 per kilogram, sementara di Gunungsitoli menembus Rp70.000 per kilogram.
  • Harga gula pasir di Pasar Aek Habil, Sibolga, naik Rp250 menjadi Rp19.000 per kilogram; minyak goreng dan gula diperkirakan cenderung naik hingga akhir 2026.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Harga minyak goreng curah naik sekitar Rp1.000 per kilogram di Pasar Dwikora, Pematang Siantar. Harga cabai merah keriting di Sumatra Utara tetap tinggi, sementara gula pasir naik di Sibolga.
  • Who?
    Pengamat ekonomi Gunawan Benjamin, pedagang dan konsumen di pasar tradisional Sumatra Utara, serta PIHPS yang memantau pergerakan harga komoditas.
  • Where?
    Kenaikan terpantau di Pasar Dwikora, Pematang Siantar; Pasar Aek Habil, Sibolga; serta sejumlah wilayah Sumatra Utara, termasuk Gunungsitoli.
  • When?
    Harga dipantau dalam beberapa waktu terakhir; Gunawan menyampaikan keterangan pada Jumat, 18 September 2026. Penurunan cabai diperkirakan berpeluang menjelang akhir Oktober 2026.
  • Why?
    Minyak goreng naik seiring harga CPO yang bertahan mahal dan kenaikan biaya produksi, termasuk plastik. Gula pasir berpeluang naik setelah musim panen terlewati. Cabai mahal akibat kenaikan yang terdeteksi dua hingga tiga pekan sebelumnya.
  • How?
    Minyak goreng curah naik sekitar Rp1.000 per kg. Cabai merah keriting rata-rata Rp61.900 per kg di Sumatra Utara dan Rp70.000 per kg di Gunungsitoli. Gula pasir di Pasar Aek Habil naik Rp250 menjadi Rp19.000 per kg.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Harga minyak goreng curah di Pematang Siantar naik Rp1.000 tiap kilo. Cabai merah di Sumatra Utara masih mahal. Di Gunungsitoli, harganya sampai Rp70 ribu tiap kilo. Gula di Sibolga juga naik jadi Rp19 ribu tiap kilo. Pak Gunawan bilang cabai mungkin turun akhir Oktober, tapi minyak dan gula bisa tetap naik sampai akhir 2026.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Pemantauan harga melalui PIHPS dan deteksi dini pengamat memberi gambaran yang lebih jelas mengenai pergerakan pangan di Sumatra Utara. Di tengah kenaikan beberapa komoditas, harga cabai masih membuka peluang turun menjelang akhir Oktober melalui pasokan panen dari Aceh, sehingga terdapat ruang perbaikan bagi konsumen.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Medan, IDN Times - Harga minyak goreng curah di Kota Pematang Siantar mulai mengalami kenaikan. Sementara harga cabai masih bertahan mahal hingga menyentuh Rp70 ribu per kilogram.

Berdasarkan pantauan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS), harga minyak goreng curah di Pasar Dwikora, Pematang Siantar, naik sekitar Rp1.000 per kg. Kenaikan tersebut menandakan tren kenaikan harga minyak goreng di pasar lain cukup terbuka.

1. Diprediksi harga naik dikarenakan kenaikan biaya input produksi

ilustrasi minyak goreng (vecteezy.com/Muhammad Fawaid)

Pengamat Ekonomi, Gunawan Benjamin, mengatakan kenaikan harga minyak goreng curah sudah diprediksi sebelumnya. Hal itu seiring dengan kinerja harga CPO (crude palm oil) yang belakangan bertahan mahal, bahkan sempat menyentuh 5.000 ringgit per ton.

"Ditambah dengan kenaikan sejumlah biaya input produksi lainnya termasuk plastik, kenaikan harga minyak goreng ini menunjukkan bahwa harga naik dikarenakan kenaikan biaya input produksi atau cost push inflation," ujar Gunawan, Jumat (18/9/2026).

2. Indikasi kenaikan harga cabai ini sudah terdeteksi dua hingga tiga pekan sebelumnya

Ilustrasi cabai merah keriting. (Dok. Bapanas)

Selain minyak goreng, harga cabai terpantau bertahan mahal belakangan ini. Berdasarkan PIHPS, rata-rata harga cabai merah keriting di Sumatra Utara mencapai Rp61.900 per kg. Bahkan di Gunungsitoli mencapai Rp70 ribu per kg.

"Indikasi kenaikan harga cabai ini sudah terdeteksi dua hingga tiga pekan sebelumnya. Dan berpotensi mengalami penurunan pada bulan Oktober mendatang," katanya.

Gunawan menyebut penurunan harga cabai kemungkinan terjadi menjelang akhir Oktober dengan mengandalkan panen dari wilayah Aceh.

3. Kenaikan harga gula pasir sebelumnya juga sempat terjadi di pasar tradisional lainnya

Ilustrasi gula (freepik.com/jcomp)

Selanjutnya, harga gula pasir juga mengalami kenaikan di sejumlah pasar tradisional di Sumatra Utara. PIHPS mencatat Kota Sibolga mengalami kenaikan harga gula pasir Rp250 per kg, khususnya di Pasar Aek Habil. Saat ini harga gula pasir di Pasar Aek Habil dijual Rp19 ribu per kg.

Kenaikan harga gula pasir sebelumnya juga sempat terjadi di pasar tradisional lainnya. Jauh hari sudah diperkirakan harga gula pasir berpeluang naik di tengah musim panen yang sudah terlewati.

"Dari ketiga komoditas tersebut, hanya harga cabai yang berpeluang untuk bergerak volatil dengan tetap membuka ruang untuk turun. Akan tetapi untuk dua komoditas lainnya seperti minyak goreng curah dan gula pasir berpeluang bertahan cenderung naik merata hingga tutup tahun 2026," tutup Gunawan.

Curated For You

Editorial Team

Related Article