Dugaan Penganiayaan di Dapur SPPG, Penyaluran MBG Dihentikan Sementara

- Hapif Priangga, Kepala SPPG Medan Denai, melapor ke polisi atas dugaan penganiayaan oleh Pengawas Yayasan Rang Minang Asli di dapur SPPG pada malam 31 Maret 2026.
- Asisten Lapangan dan Ahli Gizi juga diduga mengalami intimidasi dari Ketua Yayasan, sementara Hapif telah menjalani visum dan pemeriksaan saksi terkait insiden tersebut.
- Akibat kasus ini, aktivitas dapur SPPG serta penyaluran Makanan Bergizi (MBG) ke sekolah dan posyandu dihentikan sementara hingga proses penyelidikan selesai.
Medan, IDN Times - Hapif Priangga (27 tahun) selaku Kepala Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) di Jalan Pancasila, Medan Denai, telah mantap membuat laporan polisi atas dugaan penganiayaan. Ia diduga menjadi korban penganiayaan oleh Pengawas Yayasan Rang Minang Asli di kantor SPPG pada malam hari.
Bukan cuma Hapif, Asisten Lapangan dan Ahli Gizi juga diduga mendapat intimidasi oleh Ketua Yayasan. Kasus semakin keruh ketika dapur SPPG mereka ditangguhkan sementara sampai waktu yang belum ditentukan. Artinya, penyaluran MBG juga dihentikan sementara.
1. Kronologis dugaan penganiayaan terjadi di Dapur SPPG

Pantauan IDN Times, di Dapur SPPG Rang Minang Asli di Jalan Pancasila Kelurahan Tegal Sari mandala III, Medan Denai, tutup. Tak ada aktivitas di sana. Hanya ada petugas keamanan SPPG yang memang masih berjaga.
Kepada IDN Times sang Kepala SPPG bernama Hapif Priangga angkat bicara. Ia mengatakan bahwa memang di dapurnya sempat terjadi masalah yang tak diinginkan, yakni dugaan penganiayaan yang dilakukan pihak Yayasan.
"Yayasan menuduh saya ada hubungan dengan asisten lapangan yang kebetulan merupakan keponakannya. Karena setiap tengah malam kami keluar. Perlu saya jelaskan bahwa kami keluar untuk beli bahan baku dan plastik untuk mengikat ompreng, ya karena kami kekurangan bahan baku, bukan yang lain-lain," kata Hapif, Kamis (9/4/2026) malam.
Ketua dengan Pengawas Yayasan datang ke dapur SPPG pada Selasa (31/3/2026) malam. Hapif menyebutkan bahwa kedatangan mereka tiba-tiba langsung mengonfrontasi dirinya dan anggota.
"Kami terlibat debat. Namun pengawas yayasan ini mendekati saya dan langsung mencekik saya seperti di CCTV. Kemudian dia mendorong saya ke dinding, saya dicekiknya lagi sampai kepala saya terantuk ke dinding belakang. Lalu saya didorongnya lagi ke arah pintu untuk keluar kantor," lanjutnya.
2. Ahli Gizi dan Asisten Lapangan juga diduga mendapatkan intimidasi

Meski sempat mencoba mediasi, namun permintaan itu gagal. Akhirnya Hapif mantap membuat laporan ke kantor polisi. Ia juga sudah mengadu ke Korwil dan Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Aceh-Sumut.
"Sudah, saya sudah buat laporan. Dan tadi saya sudah pemeriksaan saksi," jelasnya.
Hapif telah mengajukan permintaan visum atas insiden ini. Namun, ia mengaku lebih menyayangkan dugaan aksi intimidasi yang dilakukan Ketua Yayasan terhadap Asisten Lapangan dan Ahli Gizi yang bekerja di dapurnya.
"Kalau di hasil visum menunjukkan leher saya merah (memar) centimeter. Bagian belakang tidak ada bengkak, cuma pas saat kejadian kepala saya pusing selama dua hari. Saat insiden itu, saya sangat menyayangkan bahwa Ahli Gizi saya sama Asisten Lapangan saya turut diintimidasi sebagaimana yang ada di dalam video viral itu," beber Hapif.
3. Imbas dugaan penganiayaan, aktivitas SPPG dan penyaluran MBG dihentikan sementara

Imbas dari insiden ini, Hapif menyayangkan bahwa aktivitas di Dapur SPPG harus ditangguhkan sementara. Artinya, penyaluran MBG di sekolah-sekolah pun terpaksa berhenti.
"Status saya masih Kepala SPPG. Namun dapur sementara disanksi sampai masalah ini selesai. Tanggal 6 April kemarin baru keluar surat suspend-nya. Namun sejak tanggal 2 April Yayasan sudah menutup sepihak. Terkait kasus ini, Kepala KPPG katanya sudah melapor ke pusat juga. Tinggal tunggu tindakan dari pusat," ucap Hapif.
Dapur SPPG yang dikepalainya sudah beroperasi selama lebih dari 2 bulan. Selama ini, mereka menyalurkan MBG ke 14 sekolah dan 2 posyandu dengan total penerima manfaat mencapai 2.500 orang lebih.
"Dengan adanya kasus ini jelas sangat mengganggu. Jujur saya kasihan dengan para penerima manfaatnya. Kalau lama ditindaklanjuti, kasihan juga dengan mereka dan mitra," tuturnya.
Sementara itu Kapolsek Medan Area, Kompol Ainul Yaqin, membenarkan bahwa korban telah membuat laporan polisi. Dan kini pihaknya tengah memeriksanya.
"Masih diproses dan kami juga menunggu hasil visum," pungkas Yaqin.












![[BREAKING] Dugaan Korupsi Tol Medan-Binjai, BPN Sumut Digeledah Kejati](https://image.idntimes.com/post/20260409/upload_51d94c22070e0cbb67413e7cb48d6830_c46f2d34-5e71-4285-9abd-6b0b23408422.jpeg)





