DEKOPI menggelar acara peringati Hari Kopi Dunia (IDN Times/Indah Permata Sari)
Dalam acara ini difokuskan untuk mengembalikan kejayaan varietas kopi arabika sigararutang sebagai kebanggaan Sumut dan primadona dunia.
“Itu varietas unggulan kita itu kopi Sumut jenis arabika, sudah diakui negara. Tapi, varietas tidak terlalu dibudidaya. Sementara di pulau Jawa ditanam secara masif karena dari sisi rasa ini unggul,” jelasnya.
Diharapkan Pemerintah bisa lebih mendukung untuk para pegiat kopi, pebisnis hingga petani-petani kopi.
Untuk diketahui wilayah Sumut, ada sentra kopi arabika di 12 Kabupaten yakni Mandailing Natal, Tapanuli Selatan (Sipirok), Tapanuli Utara, Toba, Humbang Hasundutan (Lintong), Samosir, Dairi (Sidikalang), Pakpak Bharat, Deli Serdang, Simalungun, Langkat, dan Karo.
Rangkaian kegiatan acara ini dibalut dengan seminar, hingga kompetisi V60 dengan 7 Provinsi yang ikut serta menyemarakkan acara. Yakni, Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Palembang, Jambi, Jakarta, dan Sulawesi Barat.
Diumumkan juara lomba seduh V60, yakni juara 1 Lili Pidiati, juara 2 Kris Alfuadry, juara 3 Boris Simorangkir, dan juara 4 Restu Ariabiki. Sedangkan juara Latte-Art Competition untuk juara 1 Dimas Reza Pratama, juara 2 Heru Supriyatna dan juara 3 Foggy Pahmi.